DENPASAR – Perayaan Natal Persatuan Intelengensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Bali berlangsung meriah dengan kehadiran Ketua Umum PIKI Pusat, Dr. Badikenita Br. Sitepu, serta Ketua MIO Bali.
Ibadah Natal ini diikuti sejumlah pimpinan organisasi Kristen di Bali, antara lain PGPI, PGLII, PBI, Salvation Army, Undhira-Bali, YPKH, PPLP, PWKI, PPHKI, BPD Perwati, Parkindo, JKK, GAMKI, YKK, dan MIO Bali.
Sejarah mencatat, PIKI lahir pada 19 Desember 1963 di Sekretariat Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Baca Juga: Yusril Kritik Pilkada Langsung: Pemimpin Populer Belum Tentu Kompeten Organisasi ini dibentuk oleh para intelektual Kristen dengan tujuan membangun kesadaran dan pemikiran yang relevan dengan isu kebangsaan, serta menjadi wadah diskusi dan advokasi di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan politik.
Tokoh pendiri PIKI adalah Johannes Leimena, Todung Sutan Gunung Mulia (T.S.G. Mulia), Manasse Malo, dan Pontas Nasution, yang berperan dalam membentuk dasar organisasi sebagai komunitas intelektual Kristen yang aktif berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Setelah kongres pertama pada Agustus 1965, PIKI sempat mengalami masa surut hingga dibangkitkan kembali pada Juni 1987.
Sejak itu, organisasi ini aktif dalam isu kebangsaan, pendidikan (termasuk mendirikan universitas), dan dialog antarumat beragama.
"Perayaan Natal ini menjadi momentum bagi kita untuk mengingat Sang Pencipta dan tetap menjadi terang bagi semua orang," ujar salah satu panitia penyelenggara.
Natal PIKI Provinsi Bali kali ini menegaskan semangat kebangsaan dan keimanan yang menjadi dasar lahirnya organisasi, sekaligus mempererat sinergi antar intelektual Kristen di Bali.*
(dh)