MEDAN – Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi perjalanan spiritual yang menakjubkan, tetapi juga momen penuh hikmah yang menjadi dasar ibadah salat lima waktu bagi umat Islam.
Salah satu bagian paling menonjol adalah pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Musa AS di langit keenam.
Baca Juga: Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Baiturrahman, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Mengutip buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, saat tiba di langit keenam, Nabi Muhammad SAW diperkenalkan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Musa AS.
Salam hangat disampaikan, dan Musa pun membalas dengan penuh rasa hormat: "Selamat datang, Nabi yang saleh dan saudaraku yang saleh."
Namun, momen itu berubah haru ketika Nabi Musa tiba-tiba menangis. Nabi Muhammad SAW lantas bertanya, "Apa yang menyebabkan kamu menangis wahai Musa?"
Nabi Musa menjawab, "Aku menangis karena seorang anak yang diutus setelahku akan masuk surga bersama umatnya lebih banyak daripada umatku yang masuk ke dalam surga."
Setelahnya, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan hingga langit ketujuh dan bertemu Nabi Ibrahim AS.
Di sana, beliau melihat Baitul Ma'mur yang dikunjungi tujuh puluh ribu malaikat setiap harinya.
Dari puncak perjalanan spiritual ini, Nabi Muhammad SAW dibawa ke Sidratul Muntaha, pohon dengan daun selebar telinga gajah dan buah sebesar kendi, di mana beliau menerima wahyu salat lima puluh kali sehari semalam dari Allah SWT.
Kembali ke Nabi Musa, dialog pun berlanjut mengenai keringanan salat.
Nabi Musa menasihati, "Kembalilah menemui Tuhanmu dan mintalah keringanan. Umatmu tidak akan mampu melakukan itu."