BANDA ACEH — Muhasabah atau evaluasi diri menjadi kunci penting dalam menata ulang perjalanan hidup seorang muslim.
Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Ustaz Dr. H. Aslam Nur, MA dalam pengajian rutin Sabtu Subuh, 3 Januari 2026, di Masjid Tgk Jafar Hanafiah, Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA).
Dalam tausiyahnya, Ustaz Aslam menekankan bahwa muhasabah bukanlah bentuk meratapi masa lalu, melainkan sarana refleksi untuk melangkah lebih baik di masa depan serta memperkuat kedekatan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Mendagri Pastikan Listrik dan BBM di Aceh Tamiang Kembali Normal Pascabencana Menurutnya, kegelisahan dan kesedihan adalah bagian dari pengalaman manusiawi yang tidak selalu berkaitan dengan lemahnya iman.
Ia mengisahkan teladan Rasulullah SAW saat menjumpai sahabat Abu Umamah radhiyallahu 'anhu yang diliputi kecemasan akibat beban hutang.
Rasulullah tidak menyalahkan kegelisahan itu, melainkan mengajarkan sebuah doa yang menjadi penenang jiwa dan penguat keyakinan.
Doa tersebut, kata Ustaz Aslam, mengandung makna perlindungan dari berbagai kelemahan manusia, mulai dari kesedihan, kemalasan, hingga tekanan hidup akibat hutang.
"Ini menunjukkan bahwa Islam sangat memahami kondisi psikologis manusia. Kecemasan sering kali lahir dari rasa takut tidak cukup rezeki dan ketidakpastian masa depan," ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa berserah diri kepada Allah tidak berarti meninggalkan usaha.
Doa dan zikir harus berjalan seiring dengan ikhtiar nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Jika sakit, berobatlah. Jika khawatir miskin, bekerjalah dengan cara yang halal. Rasulullah mengajarkan keseimbangan antara usaha dan doa," kata dia.
Ustaz Aslam juga menegaskan bahwa Allah SWT tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya.