MEDAN – Dalam tradisi Islam, terdapat amalan zikir yang disebut tasbih malaikat, yakni bacaan yang langsung dipuji oleh Rasulullah SAW dan dikatakan sebagai kalimat yang dipilih Allah untuk para malaikat.
Selain sebagai bentuk ibadah, tasbih malaikat diyakini dapat menjadi sebab limpahan rezeki bagi seluruh makhluk.
Mengutip buku Bahkan Jagat Raya Pun Bertasbih karya Ahmad Syawqi Ibrahim, para malaikat senantiasa bertasbih kepada Allah SWT dengan menyucikan-Nya dari segala hal yang tidak layak.
Baca Juga: Hujan dalam Perspektif Islam: Nikmat, Tanda Kekuasaan, dan Sumber Kehidupan Hal ini sesuai firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 30:
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.' Mereka berkata, 'Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?' Tuhan berfirman, 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.'"
Menurut Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas, tasbih malaikat merupakan sholat yang telah ditetapkan Allah sebagai fitrah penciptaan manusia.
Sedangkan Qatadah menyebut tasbih malaikat sebagai kalimat "Subhanallah" (Maha Suci Allah).
Rasulullah SAW pun pernah menjawab pertanyaan tentang bacaan paling utama, "Bacaan yang telah dipilihkan langsung oleh Allah untuk para malaikat-Nya: Subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah lagi Maha Terpuji)."
Dikutip dari buku Rahasia Jalur Langit: Jalan Cepat Menuju Sukses karya Fitri Anggraini, terdapat kisah seorang laki-laki yang merasa rezekinya sedikit.
Rasulullah SAW kemudian menyarankan untuk membaca tasbih malaikat seluruh makhluk, yaitu:
سُبْحَانَ اللهُ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللهِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِSubhaanallahil adzim, subhaallah wa bihamdih, astaghfirullah wa atuubu ilaih.
Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Maha Suci Allah dengan memuji-Nya. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Nya."