MEDAN – Sholawat Ibrahimiyah memiliki kedudukan penting dalam sholat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.
Bacaan ini menjadi bagian dari tasyahud akhir dan diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat sebagai sunnah yang wajib dilakukan dalam sholat fardhu.
Menurut buku Fikih Mazhab Syafi'i karya Abu Ahmad Najieh, bacaan tasyahud akhir lengkap dengan Sholawat Ibrahimiyah berbunyi:
Baca Juga: Menyongsong Revolusi Industri 5.0, MA Dorong Integrasi AI dengan Profesionalisme Hakim Arab:اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ
Latin:Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammadin wa 'alā āli Muḥammadin kamā ṣallayta 'alā Ibrāhīma wa bārik 'alā Muḥammadin wa āli Muḥammadin kamā bārakta 'alā Ibrāhīma.
Artinya:"Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada Ibrahim, dan anugerahkan keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau menganugerahkan keberkahan kepada Ibrahim."
Perintah membaca sholawat ditegaskan dalam Al-Qur'an, Surah Al-Ahzab ayat 56:
Arab:إِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Latin:Innallāha wa malā'ikatahū yuṣallūna 'alan-nabiyy(i), yā ayyuhal-lażīna āmanū ṣallū 'alaihi wa sallimū taslīmā(n).
Artinya:"Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
Para ulama menegaskan, membaca Sholawat Ibrahimiyah di tasyahud akhir adalah wajib.
Jika tasyahud akhir dan sholawat tidak dibaca karena lupa atau sengaja, sholat dianggap tidak sah dan harus diulang.