BANDA ACEH — Dalam pengajian rutin Sabtu Subuh, 14 Desember 2025, di Masjid Tgk Jafar Hanafiah, Kampus UNMUHA Aceh, Ustaz Hermansyah Adnan, S.Ag., M.Sos., mengulas secara mendalam tentang tiga sebab utama terjadinya bencana menurut perspektif Islam.
Menurut Ustaz Hermansyah, bencana tidak selalu merupakan azab, melainkan juga memiliki hikmah dan pelajaran bagi umat.
1. Bencana sebagai tanda cinta AllahTidak semua musibah adalah bentuk kemurkaan.
Baca Juga: WSI Aceh Gelar Workshop Literasi Zakat untuk UMKM Banyak bencana justru merupakan ujian agar hamba kembali kepada Allah dan derajatnya diangkat.
Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka akan ditimpakan musibah sebagai bentuk ujian.
Kesabaran dalam menghadapi musibah menjadi kunci agar setiap musibah berubah menjadi pahala.
2. Bencana sebagai bentuk kemurkaan AllahBencana bisa menjadi peringatan keras akibat kedurhakaan dan maksiat yang merajalela.
Umat terdahulu, seperti kaum Nabi Luth dan kaum Tsamud, menjadi contoh nyata bahwa pengingkaran terhadap perintah Allah dapat mendatangkan azab.
3. Bencana karena masyarakat lalai terhadap kemaksiatan di sekitarnyaKetika masyarakat tidak lagi peduli terhadap dosa atau kemungkaran di lingkungannya, Allah dapat menurunkan bencana sebagai teguran agar umat kembali memperbaiki langkah.
Rasulullah SAW menekankan pentingnya amar ma'ruf nahi munkar agar musibah tidak menimpa secara luas.
Ustaz Hermansyah menekankan bahwa setiap bencana memiliki pesan: bagi yang beriman, musibah adalah peluang untuk mendekat kepada Allah, sarana penghapus dosa, sekaligus peringatan untuk memperbaiki diri dan lingkungan.
"Semoga Allah melindungi kita semua, menjadikan setiap musibah sebagai penghapus dosa, dan memberi kekuatan untuk selalu bersabar serta memperbaiki diri," tutupnya.*