ACEH BESAR – Persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) disebut sebagai salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada umat Islam.
Hal ini disampaikan Ustadz Dr. Mujtahid Anwar, Lc., M.Ag, Dosen Pascasarjana STISNU dan Wakil Ketua IKAT Aceh, saat khutbah Shalat Jum'at di Masjid Jamik Buengcala, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Jumat (5/12/2025).
Dalam khutbahnya, Ustadz Mujtahid mengutip hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari: "Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga dia menyukai kelebihan/kebaikan yang dimiliki supaya dimiliki oleh saudara seiman."
Baca Juga: Waspada! Longsor di PLTA Pakkat Bisa Picu Banjir Bandang di Humbang Hasundutan, Warga Diminta Segera Mengungsi Hadis ini menekankan pentingnya keikhlasan berbagi kebaikan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Menurut Ustadz Mujtahid, pemahaman hadis ini sering disalahartikan secara tekstual.
Praktik mencintai orang lain sebagaimana mencintai diri sendiri dianggap berat, bahkan Sayyidina Umar radhiyallahu 'anhu sempat mengaku tidak mampu melaksanakannya sebelum mendapat penjelasan Rasulullah.
Ulama kemudian menafsirkan hadis ini sebagai ajakan untuk mendorong sesama berada dalam ketaatan, berbagi ilmu, dan menolong saudara dalam kebaikan.
"Dalam kondisi musibah banjir di Aceh dan Sumatera saat ini, seorang muslim seharusnya dapat merasakan apa yang dirasakan saudara-saudaranya. Ketika kita tahu keluarga kita selamat, kita berharap keluarga lain juga selamat," ucapnya.
Ustadz Mujtahid menambahkan, fenomena lonjakan harga kebutuhan pokok, kelangkaan BBM, dan barang lainnya merupakan contoh minimnya pemahaman akan ukhuwah.
Dengan pendekatan ukhuwah, diharapkan para pedagang dan masyarakat terdorong untuk saling menolong dan tidak memberatkan sesama.
"Orang yang paling tinggi derajat keimannya adalah mereka yang rela membantu saudaranya atau minimal tidak memberatkan jika tidak bisa meringankan. Inilah peran manusia sebagai khalifah di bumi yang mengelola dan memakmurkan bumi sesuai kehendak Allah SWT," tutup Ustadz Mujtahid.*