Siswa SMK Minta Maaf Usai Video Makan Siang Gratis Semangka dan Kangkung Viral

BITVonline.com - Sabtu, 23 November 2024 12:17 WIB

Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:0A000438:SSL routines::tlsv1 alert internal error in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/11/menu-maksi-gratis123.jpg): Failed to open stream: operation failed in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

BITVONLINE.COM– Sebuah video yang baru-baru ini viral di media sosial memperlihatkan seorang siswa SMK bernama Rafi, yang membagikan pengalamannya menerima makan siang gratis dengan menu semangka dan kangkung. Video tersebut langsung menarik perhatian banyak pengguna media sosial dan mendapat beragam komentar, mulai dari keheranan hingga kecaman terhadap pihak sekolah yang menyediakan menu tersebut. Akibat viralnya video ini, Rafi pun dipanggil oleh pihak sekolah untuk memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Melalui akun TikTok pribadinya, @gh4zaly_, Rafi mengunggah video klarifikasi pada Kamis (21/11/2024). Dalam video tersebut, ia menjelaskan bahwa makanan yang diterimanya memang tidak sesuai dengan harapannya, dan dia menyebutkan bahwa menu yang diberikan kepada temannya tidak seimbang secara gizi. Rafi menyatakan bahwa kejadian tersebut adalah sebuah kesalahan yang tidak sengaja terjadi dan kini telah diperbaiki oleh pihak penyelenggara dengan mengganti menu yang lebih layak dan sesuai dengan kebutuhan gizi siswa.

“Saya ingin mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut bukan rekayasa. Pihak panitia telah mengganti makanan dengan porsi yang sesuai,” ungkap Rafi dalam video tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan dimaksudkan untuk merendahkan atau mengecewakan siapapun, melainkan hanya untuk berbagi pengalaman dengan teman-temannya di media sosial.

Rafi juga menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan oleh video tersebut, khususnya kepada pihak sekolah dan Partai Gerindra, yang sempat disebut dalam video tersebut. Ia menyadari bahwa video yang ia unggah tanpa berpikir panjang dapat menyangkut nama baik sekolah dan pihak lainnya.

“Saya meminta maaf kepada Partai Gerindra, karena saya sempat menyebutkan nama Presiden Prabowo. Saya tidak bermaksud apa-apa, dan saya juga meminta agar video ini tidak diposting ulang dan segera dihapus,” tambahnya dengan penuh penyesalan.

Meskipun demikian, video klarifikasi Rafi ini juga mendapat perhatian positif dari sejumlah pihak yang mengapresiasi sikap bertanggung jawabnya dalam menyelesaikan masalah yang sempat menimbulkan keributan. Pihak sekolah juga menyatakan bahwa kejadian ini telah diselesaikan dengan baik dan tidak ada niat buruk dari pihak manapun.

Rafi mengakhiri klarifikasinya dengan harapan bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi dirinya dan juga bagi orang lain, terutama dalam penggunaan media sosial yang kini semakin berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.

(johansirait)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Seskab Teddy Ajak Yovie Widianto dan Raffi Ahmad Diskusikan Strategi Bahasa Indonesia Mendunia Lewat Seni dan Musik

Agama

Wali Kota Medan: Olahraga Kemasyarakatan Kunci Membangun Masyarakat Sehat dan Solid

Agama

Bareskrim Grebek Kelab Malam Whiterabbit, Bongkar Jaringan Narkoba yang Libatkan Pelayan hingga Bandar

Agama

LF PBNU Prediksi Idulfitri Jatuh pada 21 Maret 2026, Hilal Masih di Bawah Kriteria Rukyah

Agama

Rismon Sianipar Tarik Buku Gibran End Game Usai Raup Rp 1 Miliar, Ada Dugaan Penulisan Gunakan AI

Agama

Wali Kota Medan Klarifikasi Pengadaan Kendaraan Dinas Rp 2,4 Miliar: Bukan Untuk Pejabat, Tapi Untuk Polisi