Waskita Karya Catatkan Kerugian Bersih Rp 3,6 Triliun Hingga Kuartal III 2024, Terpengaruh Penurunan Pendapatan dan Beban Keuangan

BITVonline.com - Selasa, 26 November 2024 05:34 WIB

Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:0A000438:SSL routines::tlsv1 alert internal error in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/11/01jdk8mbh58rk87w02r8tsgwyc.jpg): Failed to open stream: operation failed in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

JAKARTA –PT Waskita Karya Tbk (WSKT), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi, mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp 3,6 triliun hingga kuartal III 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan kerugian yang signifikan dibandingkan dengan kerugian bersih Rp 2,83 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu (year on year).

Direktur Keuangan Waskita Karya, Wiwi Suprihatno, dalam Public Expose yang digelar di Waskita Heritage, Selasa (26/11), menjelaskan bahwa pembengkakan kerugian tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha yang hanya tercatat sebesar Rp 6,78 triliun hingga September 2024, turun dari Rp 7,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Perusahaan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 3,6 triliun, hal ini masih dipengaruhi oleh tingginya beban keuangan persewaan sampai dengan triwulan III 2024 ini,” ujar Wiwi.

Meskipun beban pokok pendapatan tercatat turun menjadi Rp 5,75 triliun pada kuartal III 2024, beberapa pos beban mengalami kenaikan yang turut memperburuk kinerja keuangan perusahaan. Beban penjualan, misalnya, meningkat dari Rp 80,09 miliar pada kuartal III 2023 menjadi Rp 114,01 miliar pada kuartal III 2024.

Selain itu, Waskita Karya juga mengalami rugi selisih kurs bersih sebesar Rp 1,54 miliar pada akhir September 2024, berbanding terbalik dengan keuntungan selisih kurs bersih Rp 5,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban keuangan perusahaan tercatat meningkat menjadi Rp 3,45 triliun pada akhir September 2024, dibandingkan dengan Rp 3,16 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, Waskita Karya mengalami penurunan total aset menjadi Rp 88,67 triliun, dari Rp 95,59 triliun pada 31 Desember 2023. Total liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp 80,58 triliun pada akhir September 2024, dari Rp 83,99 triliun pada akhir 2023.

Wiwi mengungkapkan bahwa penurunan total aset dan liabilitas tersebut disebabkan oleh adanya divestasi jalan tol, terutama di ruas tol Bogor. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp 8,09 triliun pada kuartal III 2024, menurun dari Rp 11,60 triliun di akhir tahun 2023.

Kas dan setara kas Waskita pada akhir September 2024 tercatat sebesar Rp 1,36 triliun, mengalami penurunan dibandingkan dengan Rp 1,51 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan kinerja yang tertekan hingga kuartal III 2024, Waskita Karya harus menghadapi tantangan besar dalam pemulihan finansial dan strategi perusahaan ke depannya.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Satgas Cartenz Amankan 11 Tersangka Peredaran Senjata Ilegal ke KKB

Agama

Amsal Sitepu Mengaku Diintimidasi Jaksa, DPR Pastikan Proses Hukum Adil

Agama

Bupati Asahan Lepas 1.200 Peserta Asahan BerlebaRun 5K, “Bakar Kalori Rendangmu di Sini!”

Agama

IHSG Hari Ini Jeblok, Seluruh Sektor Saham Kompak Turun

Agama

Gugatan Citizen Lawsuit atas Penanganan Kasus Ijazah Jokowi, Petisi Ahli Pasang Badan

Agama

Harga Emas Antam Turun Rp30 Ribu, Dijual Rp2,8 Juta per Gram