MEDAN – Setiap Muslim tentu mendambakan akhir hidup yang baik atau husnul khatimah, yakni meninggal dalam keadaan diridhai oleh Allah SWT.
Konsep ini menjadi salah satu puncak harapan umat Islam dalam menapaki kehidupan di dunia.
Mengutip buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa karya H. Sopian Riduan, S.Ag., M.Pd., husnul khatimah berarti mengakhiri hidup dengan baik, dalam kondisi sebagai seorang Muslim yang bertakwa, serta mendapat keridhaan dari Allah SWT.
Baca Juga: Ketika Sakit Datang, Ini Doa yang Diajarkan Para Nabi Ungkapan ini kerap dilontarkan sebagai doa dan harapan ketika seseorang wafat.
Dalam Surah Ali-Imran ayat 102, Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."
Mencapai husnul khatimah bukan perkara kebetulan.
Dalam ajaran Islam, ada berbagai ikhtiar yang bisa dilakukan agar seseorang wafat dalam keadaan yang baik, seperti memperbanyak dzikir, menjaga amal ibadah, serta memanjatkan doa husnul khatimah, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain yang telah meninggal.
Sejumlah doa husnul khatimah bersumber dari ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi SAW, seperti yang terdapat dalam beberapa literatur di antaranya Doa dalam Al-Quran dan Sunnah karya M. Quraish Shihab, Doa-doa Menjelang Kiamat oleh Ziyad Syarif, dan Tiket ke Surga karya Abdul Majid dan Isfa'udin.
Berikut ini beberapa contoh doa yang bisa diamalkan:
1. Rabbana Afrigh 'Alayna Shabranرَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِين"Tuhan kami! Tuangkanlah kesabaran ke dalam hati kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim."