JAKARTA — Pembina Pesantren Republik Indonesia, Habib Abu Djibril Basyaiban, hadir dan memberikan pesan penting dalam kegiatan "Indonesia Berdoa" yang digelar oleh berbagai organisasi kemasyarakatan lintas agama di Jakarta, Sabtu (18/10).
Acara tersebut diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan seruan memperkuat persatuan serta kesatuan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi Indonesia saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Abu Djibril menegaskan bahwa semangat kebersamaan bangsa harus kembali dihidupkan.
Baca Juga: Tanggapi Polemik TV Nasional dan Pesantren, Haedar Nashir: Media Harus Kritis, Tapi Beretika Menurutnya, persatuan merupakan kunci utama dalam mewujudkan cita-cita keadilan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
"Semua pihak harus sadar bahwa masih banyak hal yang harus kita benahi bersama. Hanya dengan kebersamaan, bangsa ini dapat mencapai keadilan dan kesejahteraan yang sejati," ujar Habib Abu Djibril di hadapan peserta yang hadir.
Lebih jauh, ia mengutip pernyataan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang menyatakan bahwa "Kurikulum cinta perlu ditata sedemikian rupa agar perbedaan dapat diramu menjadi lukisan indah kebinekaan."
"Indonesia ini adalah lukisan Tuhan yang terindah di dunia. Tidak boleh ada satu pun yang merusaknya," tegas Habib Abu Djibril, seraya mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga keharmonisan.
Dalam sesi wawancara dengan awak media, Habib Abu Djibril juga mengingatkan pentingnya menjaga empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar 1945.
"Jika empat pilar itu mampu kita jaga bersama, maka Indonesia akan menjadi negara baldatun toyyibatun warobbun ghofur, negeri yang baik dan mendapat ampunan dari Tuhan," pungkasnya.
Acara "Indonesia Berdoa" dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi; Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah; Ketua Pembina Formas Hashim Djojohadikusumo; Ketua Umum Formas Yohanes Handoyo Budhisedjati; Mahfud MD; Habib Luthfi bin Yahya; serta pimpinan ormas lintas agama lainnya.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi kebangsaan, memperkuat nilai-nilai persaudaraan, dan menyerukan kepada seluruh masyarakat agar menjaga harmoni serta memperkokoh semangat kebinekaan di Tanah Air.*