JAKARTA — Pagi hari menjadi waktu yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Rasulullah Muhammad SAW bahkan menekankan pentingnya memulai hari dengan doa, memohon kepada Allah SWT agar diberikan rezeki yang halal, berkah, dan penuh manfaat sebelum keluar mencari nafkah.
Doa pagi Rasulullah ini menjadi amalan yang sederhana namun sarat makna, karena bukan hanya bentuk permohonan rezeki, tetapi juga pengingat agar setiap langkah dimulai dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan.Rasulullah SAW bersabda:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya."
Baca Juga: Update! Basarnas Temukan 54 Jenazah Korban Runtuhnya Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hadis ini diriwayatkan oleh beberapa sahabat dan menjadi dasar bagi umat Islam untuk senantiasa berdoa dan beraktivitas sejak pagi hari, karena waktu tersebut diyakini sebagai saat turunnya keberkahan dan rezeki dari Allah SWT.
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa lain yang dibaca setelah salat Subuh atau ketika pagi hari:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاًAllahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima."(HR. Ibnu Majah dan Ibnu As-Sunni).Doa ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat — ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, serta amal yang diridhai Allah.
Selain itu, Abu Hurairah RA juga meriwayatkan doa yang kerap dibaca Rasulullah SAW di pagi hari, sebagaimana dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar halaman 63:
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُAllāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.
Artinya: "Ya Allah, dengan-Mu kami berpagi hari, dengan-Mu kami bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu kami kembali."(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya).
Doa ini mengingatkan bahwa seluruh aktivitas manusia — dari pagi hingga malam — semestinya selalu bersandar pada kehendak Allah SWT.
Ulama menegaskan, membaca doa pagi bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penguatan spiritual dan motivasi hidup. Dengan memulai hari bersama doa Rasulullah, seorang muslim diajarkan untuk tidak hanya berharap pada hasil kerja, tetapi juga pada keberkahan yang datang dari Sang Pemberi Rezeki.*