Nasaruddin Umar Sindir Predikat WTP, Tekankan Keberhasilan Kemenag Berdasarkan Kedekatan Masyarakat dengan Agama

BITVonline.com - Rabu, 04 Desember 2024 11:32 WIB

Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Nasaruddin Umar, menyatakan bahwa keberhasilan kinerja Kementerian Agama (Kemenag) tidak dapat hanya diukur dengan raihan laporan keuangan yang mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat meresmikan Masjid Kementerian Agama Kantor Wilayah DKI Jakarta, pada Rabu (4/12/2024).

Nasaruddin menegaskan bahwa meskipun memperoleh predikat WTP bisa menjadi indikator administrasi yang baik, ia menilai kinerja lembaganya akan diragukan jika masyarakat Indonesia justru semakin jauh dari ajaran agama. Hal ini disampaikan Nasaruddin sebagai respons terhadap beberapa pandangan yang menyebutkan bahwa predikat WTP bisa dicapai dengan cara yang kurang tepat, termasuk dengan uang. “Itu kan seperti kata orang, bisa dibayar. Kita WTP tapi masyarakat kita semakin berjarak dengan agamanya, ada judi online, ada kebebasan seksual, ada korupsi, ada pembangkangan, ada kedurhakaan,” ujarnya.

Menurut Nasaruddin, keberhasilan sejati bagi Kemenag adalah ketika masyarakat Indonesia, yang mayoritas beragama, semakin dekat dengan ajaran agamanya masing-masing. Ia percaya bahwa penerapan ajaran agama yang benar di masyarakat dapat berkontribusi besar dalam mengurangi tingkat kejahatan, seperti korupsi dan kriminalitas. “Agama apa pun, tujuan kita Kementerian Agama ini bagaimana mendekatkan umat dengan ajaran agamanya,” tambahnya.Pernyataan Nasaruddin ini menggambarkan komitmen Kemenag untuk tidak hanya fokus pada pencapaian administratif, tetapi juga pada dampak nyata terhadap moral dan perilaku masyarakat. Ia juga menekankan bahwa ajaran agama yang dipraktikkan secara konsekuen dan komprehensif dapat menghilangkan masalah sosial seperti korupsi dan pencurian. “Kalau semua penganut agama mengamalkan ajarannya secara konsekuen, secara komprehensif, maka tidak perlu ada pintu di dalam rumah. Kenapa? Tentu enggak ada yang mencuri. Agama mana yang membolehkan mencuri, tentu enggak ada yang korupsi, agama mana yang menghalalkan korupsi?” ungkap Nasaruddin.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga berharap masjid baru yang diresmikan, yaitu Masjid Raudhatul Jannah, dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. “Dengan adanya masjid ini, kita berharap solidaritas kekitaan, keumatan itu akan lebih bagus,” tuturnya. Nasaruddin berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pergerakan sosial yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama di sekitar wilayah DKI Jakarta.Keberhasilan Kemenag, menurut Nasaruddin, seharusnya tidak hanya terukur melalui pencapaian administratif semata, tetapi juga dengan sejauh mana ajaran agama dapat mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Meningkatnya kedekatan masyarakat dengan agama diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil, damai, dan jauh dari tindakan kriminal.

(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

DWP Sumut Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah dan Sembako untuk Panti Asuhan Alwashliyah Tanjungpura

Agama

Wakapolda Aceh Sambut Kedatangan Mendagri Tito Karnavian, Tinjau Infrastruktur Bencana di Aceh

Agama

Bobby Nasution Bangun SMK Pariwisata Berasrama di Samosir, Seluruh Biaya Ditanggung Pemprov Sumut

Agama

RSUD Pirngadi Jadi Sorotan DPRD Medan, Mulai dari Pendapatan BLUD hingga Kekurangan Dokter Spesialis

Agama

DPRD Sumut Minta Harga Tiket PRSU Ditinjau Ulang, Dinilai Masih Terlalu Mahal bagi Masyarakat

Agama

Kasus Korupsi Smartboard Rp29,5 Miliar, Mantan Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Segera Diperiksa Usai Umrah