Banjir Bandang Sukabumi: Status Tanggap Darurat Ditetapkan, 33 Titik Terdampak

Redaksi - Rabu, 04 Desember 2024 18:33 WIB

Sukabumi – Kabupaten Sukabumi diguncang bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama sepekan untuk mempercepat penanganan dampak yang meluas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyampaikan bahwa status tanggap darurat ini diberlakukan mulai Rabu (4/12/2024). Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan skala kerusakan, jumlah warga terdampak, serta adanya korban jiwa akibat bencana yang melanda 33 titik di 22 kecamatan.“Status tanggap darurat kami tetapkan selama tujuh hari ke depan dan akan dievaluasi untuk kemungkinan perpanjangan. Ini bertujuan agar penanganan bencana lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” ujar Ade dalam pernyataannya.

Sebagai langkah awal, pemerintah telah mendirikan posko tanggap darurat di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Palabuhanratu. Posko ini menjadi pusat koordinasi untuk berbagai upaya penanggulangan, termasuk pendataan kerusakan, evakuasi korban, dan distribusi bantuan darurat.Ade menambahkan, penanganan darurat mencakup mobilisasi sumber daya manusia, peralatan, dan logistik. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan kerugian materi maupun korban jiwa, serta memberikan perlindungan maksimal kepada penyintas bencana.“Kami telah menyiapkan segala kebutuhan mulai dari anggaran, personel, peralatan, hingga logistik. Semua elemen dikerahkan agar masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan,” katanya.

Bencana hidrometeorologi ini tidak hanya menyebabkan banjir bandang, tetapi juga tanah longsor, pergerakan tanah, dan angin kencang. Dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat di berbagai kecamatan. Kerusakan bangunan, fasilitas umum, hingga infrastruktur dilaporkan cukup parah di beberapa wilayah.Ade juga menyoroti adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, jumlah pasti korban dan total kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh tim gabungan.Langkah prioritas dalam status tanggap darurat ini adalah memastikan keselamatan warga yang masih berada di zona rawan. Evakuasi dilakukan ke tempat yang lebih aman, sementara tim relawan dan aparat gabungan fokus pada pemberian bantuan darurat, seperti makanan, pakaian, serta kebutuhan medis bagi korban terdampak.“Kami akan terus bekerja keras memastikan semua warga yang terdampak mendapatkan penanganan yang mereka butuhkan. Proses ini dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas,” jelas Ade.(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Sambut Ulama Sufi Dunia di Banda Aceh: Polda Aceh Siagakan 1.820 Personel Gabungan

Agama

Terindikasi Judi Online, 9.273 Data Keluarga Penerima Manfaat Bansos di Asahan Bergeser

Agama

Sebut Kasus Rumdin Judol Cijantung Memalukan: KSAD Maruli Janji Sikat Tegas Letkol Arman

Agama

Lemas & Harus Diinfus Usai Santap MBG: 17 Siswa SD Medan Tumbang, Orang Tua Desak Evaluasi

Agama

Miris! Bayi 3 Bulan Dibuang Dibalut Kain Basah di Tapteng: Rekam Medis Terkuak, Polisi Buru Pelaku

Agama

Cegah Prabowo Terseret Narasi 'Pasangan Ilegal': Rocky Gerung Desak Gibran Mundur Usai Putusan MK