Saan Mustopa Dorong Kolaborasi Pemerintah dan BBWS Citarum Tangani Banjir Karangligar dengan Anggaran Rp 100 Miliar

BITVonline.com - Jumat, 06 Desember 2024 11:41 WIB

KARAWANG – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengungkapkan akan mendorong peningkatan anggaran untuk penanganan banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kawasan ini sudah lama dikenal sebagai wilayah langganan banjir yang kerap menenggelamkan pemukiman dan lahan pertanian di sekitarnya.

Saan menyampaikan bahwa untuk menangani masalah banjir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dan berbagai pihak terkait. “Saya mendorong secara politiknya, nanti Pak Bupati Haji Aep kita berkolaborasi bersinergi dengan BBWS untuk menangani persoalan banjir. Untuk teknis, Pak Dian (Kepala BBWS Citarum) yang akan mengkoordinir,” ujar Saan saat melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut pada Jumat (6/12/2024).Bersama Bupati Karawang, Aep Saepuloh, dan Kepala BBWS Citarum, Mochamad Dian Al Ma’ruf, Saan mengecek langsung pertemuan tiga sungai, yakni Sungai Cidawolong, Sungai Kaliurang, dan Sungai Cibeet, yang selama ini berkontribusi terhadap banjir di Karangligar. “Ini banjir yang abadi, agak permanen, sudah belasan tahun ini banjir. Kita coba ingin melihat langsung penyebabnya dan bagaimana nanti penanganannya,” jelas Saan.

Sementara itu, Kepala BBWS Citarum, Mochamad Dian Al Ma’ruf, menjelaskan bahwa penanganan banjir di wilayah tersebut diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 80 hingga 100 miliar. “Ini merupakan tindakan jangka menengah yang segera dilakukan. Kami juga sudah merancang desain untuk normalisasi sungai dan pemasangan pintu air serta kolam retensi untuk mengatasi masalah banjir di kawasan ini,” kata Dian.Dian menjelaskan langkah pertama adalah melakukan normalisasi sungai untuk menyesuaikan elevasi dan mengurangi dampak genangan. Setelah itu, pintu air akan dipasang di beberapa titik, diikuti dengan pembangunan kolam retensi untuk menampung air hujan yang berlebihan. “Begitu pintu ini dipasang, air tidak akan bisa masuk ke Cibeet dan Cidawolong, sehingga proses pemompaan air ke kolam retensi dapat dilakukan dengan lebih efektif,” ujarnya.

Menurut Dian, dengan penerapan sistem tersebut, genangan air yang ada di wilayah Desa Karangligar yang sebelumnya mencapai 135 hektar dapat berkurang signifikan, hanya menyisakan 17 hingga 40 hektar area yang tergenang. Namun, Dian menambahkan bahwa langkah selanjutnya akan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menangani sisa kawasan yang belum dapat teratasi.Selain itu, Dian berharap dengan kolaborasi antar pemerintah daerah dan pusat, penanganan banjir ini dapat selesai pada 2024. “Insyaallah, dengan adanya pompa dan kolam retensi ini, banjir di Karangligar dapat berkurang secara signifikan, dan kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Gubernur Jawa Barat untuk menyelesaikan sisa masalah yang ada,” jelasnya.(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Intoleransi Beragama Muncul dari Sikap Merasa Paling Benar

Agama

Warga Binjai Timur Padati Reses Ketua DPRD, Keluhkan BPJS hingga Jalan Rusak

Agama

Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Sabtu 11 April 2026: Sebagian Wilayah Cerah

Agama

Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Sabtu 11 April 2026: Seluruh Wilayah Hujan Ringan

Agama

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Sabtu 11 April 2026: Sebagian Besar Wilayah Diguyur Hujan

Agama

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Sabtu 11 April 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan