JEMBRANA– Bintara Pembina Desa (Babinsa) Mendoyo Dauh Tukad, Serda Suwardi, menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat adat dengan turut serta dalam kegiatan gotong royong (Ngayah) di Pura Puseh, Desa Adat Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (11/5) ini merupakan bagian dari persiapan Upacara Pujawali Karya Piodalan yang akan digelar pada Rabu, 14 Mei 2025 mendatang.
Serda Suwardi bersama prajuru adat dan warga setempat bahu-membahu menghias dan mempercantik pura sebagai bentuk rasa hormat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan manifestasi-Nya.
TNI Hadir di Tengah Masyarakat Adat
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan persiapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui pendekatan kekeluargaan dan partisipasi aktif di kegiatan sosial dan keagamaan, TNI turut menciptakan suasana harmonis serta memperkuat ikatan dengan masyarakat adat di wilayah binaannya.
"Ini adalah bagian dari tugas kami untuk mendampingi dan mendukung kegiatan warga, baik sosial, budaya, maupun keagamaan. Semoga pelaksanaan upacara nanti berjalan dengan lancar dan penuh hikmah," ujar Serda Suwardi.
Upacara Pujawali, Bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa
Upacara Pujawali Karya Piodalan merupakan perayaan penting dalam kalender keagamaan masyarakat Hindu Bali, khususnya sebagai wujud bakti dan kewajiban umat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rangkaian acara ini disiapkan secara gotong royong sebagai bentuk kebersamaan dan spiritualitas yang tinggi.
Kegiatan berjalan dengan aman dan penuh kekeluargaan, mencerminkan sinergitas antara TNI dan masyarakat adat sebagai pilar penting dalam menciptakan suasana damai dan kondusif di lingkungan desa.*