VATIKAN - Kabar duka menyelimuti umat Katolik dunia. Paus Fransiskus wafat pada usia 88 tahun, Senin (21/4/2025), sehari setelah perayaan Paskah. Prosesi pemakaman digelar hari ini, Sabtu (26/4/2025), di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, Italia.
Pemakaman ini dihadiri sekitar 50 kepala negara dan 10 raja dari berbagai negara. Ribuan umat juga telah memadati Lapangan Santo Petrus sejak Jumat (25/4) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus yang dikenal rendah hati dan dekat dengan kaum marginal ini.
Uskup Agung Jakarta Tidak Hadir, Pilih Berdoa di Tanah Air
Meski menjadi tokoh penting dalam Gereja Katolik Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, tidak hadir secara langsung dalam pemakaman.
Pastor Rekan Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus, menyebut hal tersebut sebagai keputusan pribadi yang harus dihormati.
"Saya kira itu alasan personal, ya. Kita menghormati keputusan beliau. Karena kewajiban itu terutama memang pada saat konklaf itu," ujar Romo Yohanes kepada wartawan, Sabtu (26/4).
Ia menegaskan bahwa kesatuan doa dan ekaristi jauh lebih penting dalam momen kehilangan seperti ini.
"Yang penting itu kesatuan doa. Kita sama-sama merasa kehilangan dan ingin berdoa untuk kedamaian jiwa Paus," tambahnya.
Indonesia Kirim Delegasi Pemakaman
Sebagai bentuk penghormatan, Presiden RI Prabowo Subianto mengutus sejumlah perwakilan untuk menghadiri pemakaman di Roma. Delegasi tersebut terdiri dari:
Joko Widodo, Presiden ke-7 RI
Natalius Pigai, Menteri HAM