RESMI Anak SD dan SMP Tak Diperbolehkan Lagi Punya Pekerjaan Rumah (PR)

BITVonline.com - Kamis, 10 November 2022 06:12 WIB

JATIM-Pemerintah Kota Surabaya dan Dinas Pendidikan Surabaya mulai hari ini, Kamis (10/11/2022) resmi menghapus Pekerjaan Rumah (PR) untuk siswa di Surabaya jenjang SD-SMP.Penghapusan PR ini dilakukan sebagai langkah mengurangi beban pembelajaran bagi siswa.

Sebagai gantinya, siswa akan mendapatkan 2 jam kelas pengayaan yang digunakan untuk pendalaman karakter siswa. Jam belajar selesai pukul 12.00 WIB dan pendalaman sampai pukul 14.00 WIB.

Selama kelas pendalaman, siswa bisa mengikuti pola pembelajaran melalui pengambangan bakat masing-masing. Ada lukis, menari, mengaji, dan lainnya.

Konselor anak dari Sekolah Cikal Surabaya, Nerinda Rizky Firdaus, merespon baik kebijakan penghapusan PR yang menuntut anak mengerjakan soal-soal mata pelajaran di rumah.

Jika menelusuri awal mula PR itu, maka awalannya adalah untuk membiasakan anak belajar di rumah. Namun, jika bicara tentang PR dan kaitannya dengan upaya memberikan tantangan pengembangan diri dan kompetensi anak, maka sebetulnya anak-anak itu sendiri akan tertantang bukan karena PR. Kenapa? Karena bagi sebagian anak PR itu malah menjadi beban,” ucap pendidik yang mengampu program Personal and Social Education (PSE) jenjang SD.

 

PR bukan solusi tingkatkan kompetensi anak

Nerinda menuturkan bahwa usulan penghapusan PR sebagai tugas sekolah yang dibawa ke rumah menjadi salah satu langkah yang tepat untuk direfleksikan bersama bagi semua pihak.

Ia mengatakan, yang dibutuhkan anak untuk memiliki kompetensi, menjadi sosok yang ingin tahu banyak hal, dan memiliki motivasi belajar bukanlah dengan PR berupa soal-soal.

Tetapi dengan pembelajaran bermakna yang memang diberikan dan adanya diferensiasi di kelas, baik itu topik belajar, pertanyaan yang memantik rasa ingin tahu anak, lalu juga penjelasan pentingnya belajar suatu topik apa kegunaan di kehidupan nyata, dan keterkaitannya di lingkungan atau diri sendiri,” ucapnya.

Tanpa PR, tentu kegiatan bersama orangtua di rumah akan lebih banyak dieksplorasi bersama keluarga.

Beberapa kegiatan bersama keluarga yang disebutkan oleh Nerinda antara lain, melakukan wawancara dengan orang tua terkait topik yang diminati anak, mengamati binatang peliharaan, menceritakan benda yang disukai atau favorit anak di rumah, mengamati bulan di malam hari, dan sebagainya.

 

Ajak anak lakukan lebih banyak kegiatan pengembangan diri

Nerinda menuturkan juga bahwa dalam setiap proyek atau referensi kegiatan yang diberikan untuk dilaksanakan bersama keluarga di rumah, guru dapat memfokuskan ada pengembangan diri anak.

“Kami memang fokusnya itu memantik tantangan anak melalui feedback. Meski tak ada angka, tetapi tetap ada kategori penilaian dan pengembangan diri, dan melihat dari refleksi pengembangan diri anak. Jadi, bukan hanya beri tugas dikumpulkan dan dinilai,” paparnya.

 

Kita lebih membangun pendekatan atas proyek itu kenapa kita melakukan itu di rumah, apa pentingnya, kendalanya apa? Apa yang sulit mengapa? Selalu ada diskusi dan memfasilitasi pilihan kegiatan murid,” imbuh dia.

(Dadang)

 

Editor
:
Sumber
:

Berita Terkait

Agama

Wagub Aceh dan Mendagri Salat Jumat Bersama Warga Huntara Pascabanjir di Aceh Tamiang, Pemerintah Dengarkan Aspirasi Warga

Agama

Jelang Idulfitri, Korem 011/Lilawangsa Salurkan 2 Ton Zakat untuk Warga Lhokseumawe

Agama

Jaga Malam Kemenangan, Puluhan Personel Polda Bali Amankan Takbiran di Masjid Ukhuwwah Denpasar

Agama

Operasi Ketupat Agung 2026: Polda Bali Kerahkan 56 Personel Jaga Malam Takbiran di Masjid Baitul Makmur

Agama

Pengamanan Diperketat Jelang Lebaran, Polda Bali Fokus Kawal Malam Takbiran

Agama

Sat Intelkam Turun Langsung ke Pasar, Pastikan Ketersediaan dan Harga Sembako di Padangsidimpuan Aman Jelang Idulfitri