BATAM – Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, telah mengungkapkan bahwa ada keterlibatan pihak asing dalam konflik yang terjadi di Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), beberapa waktu lalu.
Namun, ia enggan menyebutkan secara eksplisit siapa pihak asing yang dimaksud.
Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Bahlil menegaskan bahwa tidak ada pemerintah yang ingin menyengsarakan rakyatnya.
Dia juga meminta agar masalah relokasi warga di Rempang tidak digunakan sebagai bahan politik dalam tahun politik.
Bahlil mengakui bahwa timnya telah mengidentifikasi pihak yang terlibat dalam konflik Rempang, termasuk pihak asing.
Namun, ia tidak akan menyebutkan negara luar yang terlibat, mengingat etika dalam konteks hubungan luar negeri.
Dia menyatakan bahwa setiap kali ada investasi besar yang masuk ke Indonesia, selalu ada hambatan tertentu.
Menteri Investasi juga mengungkapkan bahwa ada negara yang mungkin tidak senang melihat Indonesia maju atau bersaing dengan negara tersebut, meskipun ia tidak menyebutkan negara mana yang dimaksud.
Bahlil menekankan bahwa persaingan dalam hal investasi adalah hal yang biasa.
Sebelumnya, konflik di Pulau Rempang mencapai titik tertinggi dengan bentrokan antara warga dan aparat gabungan.
Ini disebabkan oleh penolakan terhadap pembangunan Rempang Eco-City.
Bahlil menegaskan bahwa sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, pemerintah akan mengutamakan kepentingan warga Rempang dalam merespons investasi yang masuk di Kota Batam.red