Batam – Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengakui kesalahan dalam penanganan konflik Rempang yang terjadi di Jakarta pada Senin, 25 September.
Salah satu masalah yang diakui adalah terkait kurangnya komunikasi yang efektif.
Dalam pertanyaan dan jawaban dengan jurnalis, Bahlil juga membahas kekhawatiran terkait penyebaran berita viral yang berkaitan dengan Rempang.
Bahlil mengakui bahwa banyak berita yang pernah beredar kini muncul lagi
Kesalahan dan hambatan komunikasi dalam menangani konflik Rempang adalah tantangan yang harus diatasi oleh pemerintah dalam menghadapi masalah ini.
Bahlil juga menyinggung pentingnya mengelola informasi dengan bijak dan menghindari penyebaran berita yang tidak relevan. Red