JAKARTA-Harga beras dan gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, Jawa Tengah, masih mengkhawatirkan masyarakat karena tingkatnya yang tinggi. Harga beras saat ini berada dalam kisaran Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram, menciptakan beban ekonomi bagi banyak keluarga.
Pedagang di Pasar Peterongan, salah satu pasar yang terkenal di Semarang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras telah terjadi secara bertahap sejak pertengahan bulan Agustus. Hal ini menciptakan tantangan ekonomi bagi masyarakat yang sudah menghadapi berbagai tekanan ekonomi selama pandemi.
https://youtu.be/cR5ysv-E9M0?si=iSnP9AhcKNnmJpgf
Tidak hanya harga beras yang membuat keprihatinan, harga gula pasir juga mengalami kenaikan yang signifikan. Harga gula pasir berkisar antara Rp15.500 hingga Rp16 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp14 ribu per kilogram. Kenaikan harga bahan makanan pokok seperti beras dan gula pasir secara bersamaan mengguncang daya beli masyarakat.
Pedagang dan masyarakat umum berharap agar pemerintah kota dapat segera mengambil tindakan untuk menstabilkan harga-harga ini. Salah satu solusi yang diharapkan adalah pelaksanaan operasi pasar yang dapat membantu mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan bahan makanan pokok untuk masyarakat. Di tingkat nasional, Pelaksana Tugas Menteri Pertanian, Arief Prasetyo Adi, telah mengumumkan rencana impor beras sebanyak 2 juta ton yang dijadwalkan akan tiba awal November. Langkah ini diambil untuk mengatasi tingginya harga beras di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga akan menambahkan 1,5 juta ton beras ke dalam cadangan beras pemerintah, yang akan dikoordinasikan dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk mengatasi hambatan impor beras di pelabuhan.
(KIKY)