BALI-proyek Light Rail Transit (LRT) yang cukup ambisius di Bali menjadi sorotan, dengan konsorsium asal Korea Selatan yang berencana untuk menggarap dan mendanai proyek tersebut. Saat ini, konsorsium sedang berada dalam tahap studi kelayakan proyek untuk menilai keberlanjutan dan potensi pengembangan proyek LRT di pulau Bali.
Konsorsium yang akan terlibat dalam proyek ini terdiri dari beberapa perusahaan Korea Selatan yang memiliki pengalaman dalam bidang transportasi dan konstruksi. Mereka adalah Korea Railroad Corporation, KRC Co Ltd, Saman Co Ltd, dan Dongmyeong Co Ltd. Keberadaan konsorsium ini menandai komitmen Korea Selatan untuk berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur transportasi di Bali.
Proyek ini masih dalam tahap studi kelayakan, yang akan melibatkan analisis mendalam tentang aspek-aspek teknis, keuangan, dan sosial ekonomi dari proyek LRT. Perlu ditekankan bahwa proyek LRT Bali bersifat unsolicited, yang berarti bahwa proyek ini diinisiasi oleh badan usaha yang kemudian mengajukan proposal kepada pemerintah. Ini menunjukkan minat besar dari pihak swasta dalam berinvestasi dan mengembangkan infrastruktur transportasi di Bali.
https://youtu.be/SuYx7roDybs
Apabila proyek ini dilanjutkan, LRT Bali akan memiliki panjang sekitar 5,3 kilometer, yang akan menghubungkan Bandara Internasional Ngurah Rai dengan kawasan wisata terkenal di Kuta. Proyek ini memiliki potensi untuk meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas di pulau Bali, serta menjadi tambahan yang berharga bagi pengembangan pariwisata di wilayah tersebut.
(KIKY)