JAKARTA – Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, secara tegas membantah spekulasi yang berkembang mengenai adanya keretakan di antara para menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Menurutnya, isu tersebut hanyalah hasil framing dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ari menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Ari juga mengekspresikan kekecewaannya terhadap luasnya penyebaran isu-isu negatif tersebut. Ia menegaskan bahwa suasana kekeluargaan di antara para menteri selalu terlihat jelas, terutama saat mereka berkumpul dalam rapat kabinet bersama Presiden Jokowi. Ari menambahkan bahwa meskipun ada banyak gejolak politik di sekitar mereka, hubungan hangat antara para menteri dan presiden tidak berubah.
Menurut Ari, suasana di sekitar rapat-rapat kabinet juga tidak mencerminkan atmosfer politik yang tegang menjelang pemilihan umum. Ia menjelaskan bahwa para menteri cenderung berinteraksi secara santai, berbicara, dan bahkan bercanda satu sama lain sebelum dan sesudah rapat. Ari menekankan bahwa tidak ada tanda-tanda ketegangan atau konflik yang signifikan di antara mereka.
Ari juga menepis spekulasi tentang ketatnya pemeriksaan terhadap menteri sebelum memasuki Istana Kepresidenan. Menurutnya, prosedur pemeriksaan tamu yang masuk ke Istana selalu dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, tanpa pengecualian untuk para menteri.
https://youtu.be/DmVBcrIQVEU
Isu keretakan di Kabinet Indonesia Maju semakin berkembang setelah pengunduran diri Mahfud MD dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Meskipun beberapa menteri lain seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono juga dikabarkan akan mengundurkan diri, pemerintah dan rekan-rekan sejawat mereka telah menyangkal kabar tersebut.
(A/08)