WONOGIRI -Aksi protes yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli Pemilu Wonogiri di depan kantor Bawaslu menimbulkan sorotan luas dari masyarakat. Dimulai dengan sekitar 10 orang, jumlah massa terus bertambah hingga mencapai sekitar 700 orang, yang semuanya menuntut penjelasan terkait uang ratusan juta yang disita polisi dari mantan Ketua PPK Wonogiri Kota yang terlibat dalam kasus narkoba.
Koordinator aksi, Gunarto, menyampaikan tuntutan mereka kepada media, menegaskan pentingnya transparansi dari pihak KPU dan Bawaslu dalam menangani kasus ini. Mereka menginginkan penjelasan yang jelas mengenai asal-usul uang yang ditemukan di dalam mobil mantan Ketua PPK tersebut, serta untuk kepentingan siapa uang tersebut sebenarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Wonogiri, Joko Wuryanto, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam proses penelusuran dan belum bisa memberikan pernyataan resmi. Dia menekankan perlunya menjalankan prosedur yang sesuai dengan peraturan Bawaslu dan memastikan keterbukaan dan akuntabilitas dalam menangani kasus ini.
Dalam konteks kasus tersebut, mantan Ketua PPK Wonogiri Kota, HBR alias P, diduga menerima uang sebesar Rp 136 juta dan ratusan kaus. Saat diinterogasi di Lapas Kelas II B, HBR mengklaim bahwa uang dan barang tersebut berasal dari relawan, namun klaim tersebut masih memicu keraguan dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Aksi protes ini mencerminkan keprihatinan masyarakat akan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan integritas dalam proses pemilu. Mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas dari para penyelenggara pemilu dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan pelanggaran dan kecurangan.
(A/08)