Menteri ESDM Sebut Yang Daftar Konversi Motor Listrik Banyak, tapi STNK-nya Bodong

BITVonline.com - Jumat, 16 Februari 2024 10:28 WIB

Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:0A000438:SSL routines::tlsv1 alert internal error in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/02/menteri-esdm-arifin-tasrif_169.jpg): Failed to open stream: operation failed in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

JAKARTA –Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengungkapkan bahwa realisasi program konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik pada tahun 2023 masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Meskipun targetnya adalah konversi sebanyak 50.000 unit motor, namun realisasinya hanya mencapai 181 unit.

 Arifin menjelaskan bahwa meskipun terdapat banyak masyarakat yang mendaftar dalam program konversi motor listrik, namun saat dilakukan pemeriksaan administrasi, banyak di antara mereka memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang tidak valid.

“Terlihat bahwa ada banyak pendaftar dalam program konversi motor listrik, namun sayangnya banyak di antaranya memiliki STNK yang tidak valid,” ujar Arifin di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kuningan, Jakarta, pada Jumat, 16 Februari 2024.

Meskipun demikian, Arifin menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengikuti program konversi motor listrik. Ia juga mendorong agar masyarakat mau mengkonversi motor tua berbahan bakar minyak menjadi motor listrik sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan jumlah motor listrik di Indonesia.

“Kita terus berupaya agar minat masyarakat dalam mengikuti program konversi motor listrik semakin meningkat. Salah satu caranya adalah dengan mendorong konversi motor tua menjadi motor listrik,” katanya.

Sebelumnya, Arifin juga telah menyatakan bahwa realisasi konversi motor berbasis BBM menjadi motor listrik sangat rendah dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi yang lebih intensif dan meningkatkan kerja sama dengan kementerian lain, perusahaan swasta, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempercepat konversi ke motor listrik. Harapannya, konversi motor listrik dapat mencapai 150.000 unit pada tahun 2024.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan perubahan pada birokrasi administrasi dan meningkatkan ketersediaan bengkel-bengkel konversi di seluruh Indonesia sebagai upaya untuk mendukung program konversi tersebut. Dengan demikian, diharapkan bahwa konversi motor listrik dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

(K/09)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Tangis Amsal Sitepu Pecah di DPR: “Saya Hanya Bertahan Hidup, Tak Perlu Dipenjara”

Agama

Satgas Cartenz Amankan 11 Tersangka Peredaran Senjata Ilegal ke KKB

Agama

Amsal Sitepu Mengaku Diintimidasi Jaksa, DPR Pastikan Proses Hukum Adil

Agama

Bupati Asahan Lepas 1.200 Peserta Asahan BerlebaRun 5K, “Bakar Kalori Rendangmu di Sini!”

Agama

IHSG Hari Ini Jeblok, Seluruh Sektor Saham Kompak Turun

Agama

Gugatan Citizen Lawsuit atas Penanganan Kasus Ijazah Jokowi, Petisi Ahli Pasang Badan