Mahasiswa Paksa Masuk Gedung Rektorat, Demo di Universitas Pancasila Ricuh

BITVonline.com - Selasa, 27 Februari 2024 09:33 WIB

Jakarta Selatan – Suasana di depan Gedung Rektorat Universitas Pancasila, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menjadi gaduh pada Selasa (27/2/2024) ketika sekelompok mahasiswa dari Universitas Pancasila (UP) menggelar aksi demonstrasi. Mereka menuntut pencopotan Rektor Universitas Pancasila yang berinisial ETH atas dugaan keterlibatannya dalam kasus pelecehan seksual.

Dalam aksi yang berlangsung, kericuhan tak terhindarkan ketika mahasiswa berusaha menerobos masuk ke Gedung Rektorat. Terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas satpam yang berjaga di pintu masuk gedung tersebut.

Mahasiswa tidak hanya berteriak dan meneriakkan tuntutan mereka, tapi juga melempari botol dan tanaman ke arah pintu masuk. Sejumlah ban dan spanduk dengan tulisan “Tolak Keras Pelecehan Seksual” pun tak luput dari aksi pembakaran yang mereka lakukan di depan Gedung Rektorat.

“Buka pintunya, buka sekarang juga!” teriak mahasiswa sambil menyerukan tuntutan mereka.

Sebelumnya, pihak Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila telah memberikan tanggapan terkait dugaan pelecehan yang dialamatkan kepada Rektor ETH. Mereka menyatakan bahwa Rektor ETH saat ini telah dinonaktifkan dari jabatannya.

“Saat ini tidak mencopot, tapi menonaktifkan sampai berakhirnya masa bakti Rektor tanggal 14 Maret 2024,” ujar Sekretaris Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila, Yoga Satrio, dalam keterangannya.

Namun, Rektor Universitas Pancasila sendiri membantah keras tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya.

“Berita tersebut kami pastikan didasarkan atas laporan yang tidak benar dan tidak pernah terjadi peristiwa yang dilaporkan tersebut,” ungkap kuasa hukum Rektor, Raden Nanda Setiawan.

Raden menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak untuk melapor, namun ia juga mengingatkan akan konsekuensi hukum jika laporan tersebut ternyata fiktif.

“Namun, hak setiap orang untuk melaporkan ke polisi. Tetapi perlu ditekankan bahwa laporan atas suatu peristiwa fiktif akan berdampak pada konsekuensi hukumnya,” tandasnya.

Peristiwa ini masih menjadi sorotan hangat dan terus diikuti perkembangannya oleh publik. Demonstrasi mahasiswa ini menjadi cermin dari tuntutan akan keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus.

 

(FZ/011)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Prabowo Minta Kementerian Pinjamkan Aset Nganggur untuk Percepat Sekolah Rakyat

Agama

Gempa M4,2 Guncang Bener Meriah Aceh, BMKG: Berpusat di Darat

Agama

Jadwal Lengkap Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, 14 Kloter Tiba Bertahap 15–30 Juni

Agama

Said Iqbal Dikabarkan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan Besok

Agama

Kapolri Respons Usulan Sipil Bisa Isi Jabatan Utama di Polri: Sudah Ada Mekanisme Resiprokal

Agama

Prabowo: Mewujudkan Hidup Layak untuk Rakyat Butuh Usaha Besar dan Kerja Keras