MEDAN -Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tengah mengambil langkah strategis untuk mengendalikan lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan. Dengan menggelar pasar murah di sejumlah kabupaten/kota hingga bulan Maret 2024, mereka berupaya menstabilkan harga-harga yang rentan naik di pasar.
“Pasar murah ini merupakan salah satu langkah strategis yang kita gencarkan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin, dalam keterangan resminya di Medan, Rabu (28/2/2024).
Langkah awal ini telah dimulai sejak 1 Februari lalu di beberapa daerah di Sumut. Rencananya, pasar murah akan berlangsung hingga Maret mendatang dengan jadwal yang telah ditetapkan di berbagai kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Hassanudin menjelaskan bahwa setiap hari, pasar murah menyediakan sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam, dan gula pasir dengan volume yang signifikan. Harapannya, langkah ini dapat memberikan dampak positif dalam menahan lonjakan harga di pasaran.
Namun, selain pasar murah, Pemprov Sumut juga tak henti-hentinya melakukan sidak ke pasar tradisional, modern, produsen, dan distributor. Tindakan ini dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok.
“Kami juga terus meningkatkan monitoring dan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok, mulai dari produsen hingga pedagang pasar tradisional,” tambah Hassanudin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Sumut, Mulyadi Simatupang, mengungkapkan bahwa harga bahan pokok mulai mengalami kenaikan pada bulan Februari. Berbagai komoditas seperti cabai merah, bawang merah, dan ayam boiler mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Meski begitu, Mulyadi optimis bahwa harga akan segera terkendali, terutama dengan adanya proyeksi panen raya yang akan dilaksanakan di beberapa wilayah Sumut pada bulan Maret 2024 mendatang.
“Tapi, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, stok bahan pangan kita aman, dan ada beberapa wilayah yang akan melakukan panen raya di Maret 2024,” ungkap Mulyadi.
Dengan berbagai langkah preventif ini, diharapkan masyarakat Sumatera Utara dapat menghadapi bulan Ramadan dengan lebih tenang tanpa perlu khawatir akan lonjakan harga bahan pokok yang signifikan.
(K/09)