KARANGANYER -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah catatan emas dalam kunjungannya ke Karanganyar, Jawa Tengah, dengan meresmikan Masjid Agung Madaniyah. Dalam momen yang sarat makna itu, Jokowi juga melaksanakan salat Jumat di masjid yang megah itu, menandai kehadiran kepala negara dalam ibadah yang penuh kekhidmatan.
Bupati Karanganyar yang juga Ketua Takmir Masjid Madaniyah, Juliyatmono, menyambut kehadiran Jokowi dengan rasa syukur yang mendalam. Juliyatmono mengungkapkan bahwa kehadiran Presiden Jokowi untuk meresmikan dan beribadah di Masjid Agung Madaniyah adalah suatu kebanggaan tak ternilai bagi masyarakat setempat. “Ini menjadi kebanggaan kami karena beliau adalah presiden yang sangat dicintai oleh rakyat,” tuturnya dengan tulus.
Desain Masjid Agung Madaniyah terinspirasi oleh kemegahan Masjid Nabawi di Madinah, menggambarkan keindahan dan keagungan Islam. Dibangun dalam rentang waktu dua tahun, dari 2019 hingga 2021, dengan dana sebesar Rp101 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karanganyar. Juliyatmono menegaskan bahwa pembangunan masjid ini didukung sepenuhnya oleh masyarakat setempat, menjadi simbol kebersamaan dan kecintaan akan agama.
Peresmian Masjid Agung Madaniyah menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Karanganyar yang ke-101, menandai momen bersejarah yang memberi makna mendalam bagi masyarakat lokal. Dengan harapan besar akan membawa berkah yang luar biasa bagi masyarakat Karanganyar, peresmian masjid ini bukan hanya menjadi pusat ibadah yang makmur, tetapi juga ikon monumental yang memperindah panorama Karanganyar.
Kehadiran beberapa menteri, seperti Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, turut menguatkan kesan kemegahan peristiwa ini. Dengan bimbingan dan dukungan dari pemimpin-pemimpin bangsa, Masjid Agung Madaniyah diharapkan menjadi pusat spiritual dan kegiatan yang membawa manfaat bagi seluruh komunitas di Karanganyar.
(K/09)