JAKARTA -Hari keempat Lebaran tahun ini memberikan gambaran unik bagi para pemudik yang melintasi Tol Cipularang arah Jakarta. Dengan pola yang mengalir seperti irama, kepadatan lalu lintas mulai merangkak dari kilometer 131 hingga kilometer 129 di Tol Purbaleunyi. Dari sudut panggung pemantauan Jasa Marga, Lala—seorang petugas call center yang menjadi jembatan informasi bagi para pengguna jalan—menggambarkan pemandangan yang terjadi di lintasan tol tersebut pada pukul 16.28 WIB, Minggu (14/4/2024).
“Pengguna jalan dari Bandung menuju Pasir Koja mulai dari kilometer 131 hingga kilometer 129 dilaporkan padat, dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan,” ujar Lala dengan nada hati-hati, menyampaikan informasi yang sangat penting bagi para pemudik yang tengah berada di jalur tersebut.
Perjalanan kemudian dilaporkan masih mengalami kepadatan di kilometer 128 dan kilometer 123. Bahkan, tidak hanya di segmen-segmen itu, tapi kepadatan juga terpantau di kilometer 112, memberikan gambaran tentang betapa padatnya arus kendaraan yang melintasi jalur tersebut.
“Kepadatan masih terjadi di Pasir Koja kilometer 128 hingga Baros kilometer 125, dipicu oleh volume kendaraan yang tinggi. Kemudian dari kilometer 125 hingga kilometer 123, lalu padat lagi hingga exit Padalarang kilometer 122. Semua segmen tersebut dilaporkan padat hanya karena tingginya volume kendaraan,” papar Lala dengan jelas, memberikan pemahaman yang mendalam tentang situasi di lapangan.
Kondisi kemudian semakin menarik saat Lala menginformasikan bahwa kepadatan juga terjadi di kilometer 102 dan kilometer 99. Bahkan, di Jatiluhur, titik kemacetan terlihat di kilometer 86 hingga kilometer 82, bahkan sampai kilometer 79.
“Perjalanan dari Citomang menuju kilometer 102 terpantau padat hingga kilometer 100, namun setelah itu lalu lintas mulai lancar sampai Darangdan. Di kilometer 99, terjadi kepadatan hingga rest area kilometer 97, dipengaruhi oleh aktivitas di area istirahat. Namun, setelah kilometer 97, kondisi lalu lintas sudah kembali lancar hingga Jatiluhur,” terang Lala dengan penuh perhatian.
Selanjutnya, Lala juga menyoroti kepadatan yang masih terjadi di Jatiluhur, mulai dari kilometer 86 hingga kilometer 79, yang merupakan dampak dari exit Jatiluhur. Namun, dia menegaskan bahwa arus lalu lintas dari arah Bandung terlihat lancar tanpa kepadatan yang signifikan.
“Pada titik kilometer 79 hingga Sadau, terjadi kepadatan yang terkait dengan arus Cikampek Selatan 2, namun hanya karena volume kendaraan yang tinggi,” jelas Lala, memberikan gambaran lengkap tentang dinamika arus lalu lintas di tol tersebut.
Sebagai penutup, Lala menyampaikan bahwa arus lalu lintas dari arah sebaliknya terlihat lancar tanpa kepadatan yang berarti, memberikan sedikit harapan bagi pemudik yang akan melintasi Tol Cipularang ke arah Bandung. Dengan informasi yang detil dan terperinci, pemudik dapat lebih siap menghadapi tantangan arus mudik yang terjadi setiap tahunnya
(N/014)