Aksi Demonstrasi Massa di MK, Bakar Topeng Berwajah Megawati Hingga Hasto

- Kamis, 18 April 2024 10:23 WIB

JAKARTA -Massa demo yang mewakili sejumlah kelompok mahasiswa dan pemuda terus menggelar aksi di depan Mahkamah Konstitusi (MK) menjelang putusan gugatan Pilpres 2024. Dalam aksi yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, mereka menampilkan berbagai simbol dan tuntutan yang mencerminkan keprihatinan mereka terhadap independensi lembaga peradilan dan upaya untuk menahan intervensi politik terhadap proses hukum.

Dengan membawa topeng bergambar Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang kemudian dibakar, massa mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam politik yang mengintervensi keputusan hakim MK. Ini juga merupakan bentuk protes terhadap upaya-upaya yang bisa merusak integritas dan independensi lembaga peradilan.

Massa aksi, yang terdiri dari gabungan kelompok mahasiswa dan pemuda seperti Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara (GMPN), Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD), serta aliansi lainnya, menegaskan sikap untuk menjaga integritas MK dan memastikan keputusan-keputusan yang diambil didasarkan pada hukum dan keadilan.

Tak hanya dengan membawa spanduk dan bendera-bendera aliansi mereka, mereka juga menampilkan aksi teatrikal yang menunjukkan peran penting hakim MK dalam menghadapi tekanan dan intervensi politik. Dalam teatrikal tersebut, simbolisasi toga hakim menjadi pusat perhatian, yang dijaga oleh “rakyat” sebagai representasi dari dukungan masyarakat terhadap kemandirian lembaga peradilan.

Koordinator Aksi dari GMPN, Amri, menyatakan bahwa massa aksi juga melalui teatrikal tersebut ingin menyampaikan pesan bahwa hakim MK harus tetap independen dan kuat dalam menjalankan tugasnya. Mereka menolak segala bentuk tekanan atau tindakan yang bisa mengganggu proses keadilan dan hukum di negara ini.

Aksi demonstrasi ini juga menjadi wujud partisipasi masyarakat dalam mengawal keadilan dan menjaga integritas lembaga-lembaga negara. Dengan , massa demo berharap suara mereka didengar dan menjadi bagian dari perubahan positif dalam sistem peradilan di Indonesia.

Sementara itu, jalan-jalan di sekitar area Patung Kuda dan gedung MK ditutup untuk memfasilitasi kelancaran aksi demonstrasi ini. Meskipun terbatas dalam aksi fisiknya, namun semangat dan aspirasi massa aksi terus terdengar melalui orasi-orasi yang disampaikan. Demo ini menjadi cerminan dari kepedulian masyarakat terhadap tegaknya hukum dan keadilan di negeri ini, sekaligus sebagai panggilan untuk menjaga kemandirian lembaga peradilan dari berbagai tekanan eksternal.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Mahasiswa Farmasi di Medan Diduga Jadi Bandar Vape Narkoba, Polisi Sita 488 Pod Getar

Agama

Bobby Nasution Akhirnya Buka Suara soal Walk Out dari Paripurna DPRD Sumut

Agama

PB IMBI-SU Desak Pemberantasan Narkoba di Langkat Dilakukan Tanpa Tebang Pilih: Jangan Hanya Fokus Satu Lokasi!

Agama

GM FKPPI Sumut Apresiasi Sat Narkoba Polres Binjai Ungkap 16 Kasus Narkoba dalam Sebulan

Agama

Pemko Medan Cek Warga Tinggal di Rumah Kardus Bantaran Sungai Deli, Ternyata Punya Rumah di Marelan

Agama

KKSU 2026 Resmi Dibuka, Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Tembus Pasar Global dan Tarik Investor