Menhub Minta Saat Mudik Tahun Depan Gerbang Tol Pakai IT Untuk Atasi Kemacetan

BITVonline.com - Sabtu, 20 April 2024 04:22 WIB

JAKARTA -Kemacetan panjang saat arus balik Lebaran 2024 di beberapa titik, seperti di KM 70 atau GT Cikarang Utama (Cikatama), telah menjadi sorotan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Dalam pertemuannya di Kantor Kemenhub Jakarta, Budi Karya mengutarakan pandangannya terhadap solusi teknologi modern yang dapat mengatasi masalah kemacetan tersebut.

Menurut Budi Karya, penggunaan teknologi informasi (IT) yang lebih canggih pada gerbang tol dapat menghindarkan kemacetan yang mengular dan menjaga kecepatan kendaraan di atas 40 Km per jam. “Katakan semua gate (tol) itu sudah menggunakan IT, sehingga tidak perlu lagi menggunakan tapping ya. Apabila IT dijalankan, kecepatan itu bisa dipertahankan dengan kecepatan lebih tinggi di atas 40 Km per jam,” ujarnya.

Pemantauan Budi Karya di GT Cikatama mengungkapkan penurunan signifikan dalam kecepatan kendaraan selama arus balik Lebaran, dari 70 Km per jam menjadi hanya 5 Km per jam selama 5 Km perjalanan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius karena dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi para pengguna jalan.

Dari segi tingkat kejenuhan jalan atau V/C ratio, Budi Karya menyebutkan bahwa pada puncak arus balik tanggal 14 dan 15 April, terjadi peningkatan kejenuhan yang cukup tinggi di gerbang tol KM 70. “Pada hari Minggu dan Senin VC rasio yang terjadi di gerbang tol KM 70 itu 0,8 berarti dia itu sudah di atas, dan kalau dia mencapai satu maka itu macet ya,” terangnya.

Proyeksi Budi Karya mengenai tingginya jumlah pemudik yang mencapai 193 juta orang, membuat pengaturan mudik dan arus balik tahun ini menjadi sebuah tantangan yang kompleks. Titik-titik krusial seperti KM 70 telah diproyeksikan sebagai area yang membutuhkan perhatian ekstra dalam mengelola arus lalu lintas pada periode arus mudik dan balik Lebaran.

Meskipun telah dilakukan upaya-upaya pengaturan dan kebijakan, Budi Karya mengakui bahwa tidak semua solusi dapat diterapkan secara efektif pada periode mudik Lebaran selanjutnya. “Oleh karenanya dengan apa yang kita lakukan ini sudah tidak mungkin kita laksanakan di tahun depan,” ungkapnya.

Hal ini menggarisbawahi pentingnya adopsi teknologi modern dalam pengelolaan transportasi untuk mengatasi tantangan arus mudik dan balik Lebaran di masa mendatang. Upaya terus dilakukan untuk mencari solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan guna meminimalisir dampak kemacetan dan meningkatkan kenyamanan serta keamanan dalam perjalanan masyarakat.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Lasarus: Jangan Sampai Kecelakaan Kereta Terulang, Ini Menyangkut Nyawa!

Agama

Siap-Siap! Tarif Pesawat Domestik Bisa Makin Mahal gegara Harga Avtur Melonjak

Agama

Kemenhub Tetapkan Aturan Baru Fuel Surcharge Tiket Pesawat, Maksimal hingga 100 Persen TBA

Agama

Kemenhub Masih Tunggu Hasil KNKT Terkait Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara Sumsel

Agama

Heboh Isu Kebocoran Data BBM di Dark Web, ESDM Pastikan Itu Informasi Publik Terbuka

Agama

Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 75 Situs, Gunakan Modus Variasi Domain untuk Kelabui Pemblokiran