Rahasia di Balik Lebih Memilih Singapura & Malaysia, RI Impor BBM Triliunan

BITVonline.com - Kamis, 25 April 2024 04:43 WIB

JAKARTA -Indonesia telah lama mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Singapura dan Malaysia sebagai pemasok utama dalam memenuhi kebutuhan BBM di dalam negeri. Kendati demikian, apa yang menjadi alasan di balik keputusan ini?

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menjelaskan bahwa faktor geografis menjadi salah satu alasan utama Indonesia memilih kedua negara tersebut sebagai pemasok BBM. Menurutnya, biaya transportasi menjadi pertimbangan penting dalam pengadaan BBM, di mana semakin jauh sumbernya, semakin tinggi biaya yang harus dikeluarkan.

“Indonesia lewat Singapura karena faktor geografis dan jaraknya yang dekat. Ada cost of transportation serta biaya-biaya lain seperti asuransi yang akan meningkat seiring dengan jarak yang lebih jauh,” ungkap Komaidi 

Lebih lanjut, Komaidi menyebutkan bahwa meskipun beberapa negara mungkin dapat memberikan produk BBM dengan harga lebih murah, biaya pengangkutan yang tinggi akan mengimbangi keuntungan tersebut. Sebagai contoh, meskipun harga gas di Amerika hanya sekitar US$ 3, biaya transportasi ke Indonesia bisa membuat harganya mencapai lebih dari US$ 10.

Di sisi lain, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Mustika Pertiwi, mengungkapkan bahwa Singapura dan Malaysia dipilih karena memiliki fasilitas pencampuran (blending) yang mampu menciptakan produk BBM sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh Indonesia.

“Kedua negara ini memiliki banyak fasilitas blending dan storage yang memungkinkan memblending berbagai kualitas BBM dari berbagai negara sesuai spesifikasi yang dibutuhkan Indonesia,” tutur Mustika.

Tak hanya untuk Indonesia, fasilitas blending dan storage yang luas serta lokasi strategis kedua negara tersebut juga memungkinkan mereka memasok BBM ke negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Australia.

Meski demikian, realisasi impor minyak dan gas bumi (migas) Indonesia selama Januari-Maret 2024 mencapai US$ 9 miliar atau sekitar Rp 145,8 triliun, naik 8,13% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor migas ini mencakup minyak mentah dan hasil minyak, yang menyumbang 16,4% dari total impor RI selama periode tersebut. Dengan adanya peningkatan ini, pertanyaannya adalah apakah Indonesia akan terus mengandalkan impor BBM dari Singapura dan Malaysia di masa mendatang?.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Jusuf Kalla Peringatkan Risiko Pembengkakan Utang Akibat Defisit APBN

Agama

Yaqut Klaim Tidak Terima Uang dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Sebut Bisa Lewat Perantara

Agama

Sentimen Geopolitik dan Fiskal Tekan Rupiah, Kini Tersentuh Rp 16.971 per Dollar

Agama

Harga Emas Antam Terkoreksi, Kini Tersisa Rp2.992.000 per Gram

Agama

Kemacetan Parah di Pelabuhan Gilimanuk, 17 Pemudik Alami Gangguan Kesehatan

Agama

Roy Suryo Cs Kandas di MK, Permohonan Uji Materiil Dinilai Tidak Jelas