KLUNGKUNG -Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, bersumpah untuk melakukan reformasi mendalam terhadap sistem pendidikan vokasi di Kementerian Perhubungan, menyusul tragedi kematian taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Putu Satria Ananta Rustika alias Rio, yang diduga menjadi korban perundungan oleh senior-seniornya. Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di rumah duka di Klungkung, Bali, Budi Karya menegaskan bahwa perubahan akan dimulai dengan transformasi kurikulum yang lebih humanis dan berbasis teknologi.
“Kami akan mengenang apa yang dialami Rio sebagai pengalaman yang mendalam dan menjadi titik tolak bagi kami untuk melakukan reformasi yang diperlukan dalam pendidikan vokasi di Kementerian Perhubungan. Perubahan kurikulum akan menjadi langkah awal dalam upaya kami untuk memastikan bahwa mahasiswa yang masuk ke STIP dan institusi-institusi vokasi lainnya akan menerima pendidikan yang lebih berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan penerapan teknologi,” ujar Budi Karya dengan tegas.
Menurutnya, persaingan dalam dunia kerja saat ini tidak lagi hanya bergantung pada kekuatan fisik, melainkan lebih pada kompetensi dan pengetahuan. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk mengubah pendekatan dalam pendidikan vokasi, dengan menyesuaikan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang semakin berkembang.
“Kami menyadari bahwa tantangan yang dihadapi oleh tenaga kerja di sektor perhubungan semakin kompleks, oleh karena itu, kami akan menerapkan kurikulum berbasis digital di seluruh perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Harapan kami adalah bahwa pendidikan yang kami berikan akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten tetapi juga siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin modern,” tambahnya.
Budi Karya juga menekankan bahwa reformasi pendidikan vokasi ini tidak hanya akan dilakukan di STIP, tetapi juga di 32 universitas lain yang berada di bawah Kementerian Perhubungan. Ia percaya bahwa langkah-langkah ini akan membantu menciptakan generasi muda yang kompeten dan siap mengemban tanggung jawab sebagai pelaku utama dalam sektor perhubungan, yang merupakan tulang punggung kesatuan dan kemajuan Indonesia.
Pada akhir konferensi pers, Budi Karya menegaskan komitmennya untuk melindungi para mahasiswa vokasi dari segala bentuk pelecehan dan kekerasan, serta memastikan bahwa lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman dan mendukung bagi perkembangan pribadi dan profesional para taruna.
(N/014)