BITVONLINE.COM -Badan Pusat Statistik (BPS) akan segera mengumumkan data inflasi untuk bulan Mei 2024. Proyeksi inflasi menunjukkan tren melandai, sejalan dengan melemahnya permintaan dan penurunan harga sejumlah barang pokok pasca Lebaran Idul Fitri.
Menurut konsensus pasar yang inflasi Mei 2024 diperkirakan akan mencapai 0,06% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm). Inflasi secara tahunan diproyeksikan turun menjadi 2,97% (year on year/yoy), sedangkan inflasi inti diprediksi berada di angka 1,85% yoy.
Data menunjukkan bahwa inflasi April sebelumnya tercatat sebesar 3,0% (yoy) dan 0,25% (mtm). Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi dalam lima tahun terakhir yang berada di angka 2,914% yoy, proyeksi inflasi pasca Lebaran tahun ini lebih tinggi.
Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan inflasi pasca Lebaran 2023 yang mencapai 4,09% yoy, proyeksi inflasi kali ini tergolong lebih rendah. Hal ini sejalan dengan historis bulanan (mtm), di mana proyeksi pasca Lebaran 2024 (0,06%) tercatat lebih rendah dari rata-rata inflasi bulanan pasca Lebaran yang mencapai 0,21%.
Penurunan permintaan barang dan jasa pasca Lebaran merupakan faktor utama yang berdampak pada penurunan inflasi. Sebagaimana diketahui, belanja masyarakat mencapai puncaknya pada bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, yang kemudian diikuti dengan penurunan yang signifikan setelah Lebaran. Fenomena ini secara konsisten mempengaruhi inflasi, dengan lonjakan harga yang sering kali terjadi menjelang momen Lebaran.
Dengan berakhirnya momen Ramadhan dan Lebaran, penurunan permintaan barang dan jasa diperkirakan akan berdampak langsung pada inflasi yang cenderung menurun. Penantian akan hasil pengumuman inflasi Mei 2024 akan memberikan gambaran lebih jelas tentang arah ekonomi dan kebijakan yang akan diambil guna menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
(N/014)