Indonesia Mengalami Deflasi pada Mei 2024: Penurunan Harga di Sejumlah Sektor

BITVonline.com - Senin, 03 Juni 2024 07:58 WIB

BITVONLINE.COM -Indonesia mencatatkan deflasi sebesar 0,03% pada bulan Mei 2024, sebuah fenomena yang jarang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan harga-harga di berbagai kelompok pengeluaran masyarakat menjadi penyebab utama terjadinya deflasi ini. Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS pada Senin (3/6/2024).

Sektor Makanan, Minuman, dan Tembakau Menyumbang Deflasi Terbesar

Kelompok pengeluaran yang paling signifikan memberikan kontribusi terhadap deflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan penurunan harga sebesar 0,29% dan andil sebesar 0,08%. Komoditas yang paling berpengaruh dalam kelompok ini adalah beras, yang memberikan andil deflasi sebesar 0,15%. Penurunan harga daging ayam ras dan ikan segar masing-masing memberikan kontribusi 0,03%, sementara tomat dan cabai rawit masing-masing menyumbang 0,02%.

“Adapun untuk komoditas penyumbang utama deflasi adalah beras dengan andil 0,15%, daging ayam ras dan ikan segar dengan andil masing-masing 0,03%, serta tomat dan cabai rawit dengan andil masing-masing 0,02%,” kata Amalia dalam konferensi pers.

Deflasi di Sektor Transportasi

Selain makanan, minuman, dan tembakau, sektor transportasi juga mengalami deflasi signifikan sebesar 0,36%, dengan andil 0,04%. Penurunan tarif angkutan antar kota memberikan kontribusi deflasi sebesar 0,03%, sementara tarif angkutan udara dan tarif kereta api masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,02% dan 0,01%.

“Yang beri andil deflasi adalah tarif angkutan antar kota dengan andil 0,03%, tarif angkutan udara dengan andil 0,02%, serta tarif kereta api dengan andil 0,01%,” tambah Amalia.

Kelompok Pengeluaran Lain yang Mengalami Deflasi

Beberapa kelompok pengeluaran lain juga mengalami deflasi pada bulan Mei. Kelompok pakaian dan alas kaki mencatatkan deflasi sebesar 0,04%, meski andilnya nol persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami deflasi sebesar 0,05% dengan andil nol persen.

Inflasi di Beberapa Kelompok Pengeluaran

Meski terjadi deflasi di beberapa sektor, ada juga kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 0,87%, dengan andil 0,05%. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga mengalami inflasi sebesar 0,26%, dengan andil 0,03%.

“Komoditas yang beri andil inflasi antara lain emas perhiasan, bawang merah, dan cabai merah dengan andil inflasi masing-masing 0,05%,” jelas Amalia.

Inflasi Tahunan Tetap Terjaga

Meskipun terjadi deflasi sebesar 0,03% secara bulanan pada Mei 2024, inflasi tahunan tetap terjadi sebesar 2,84%. Ini menunjukkan bahwa secara umum, harga-harga barang dan jasa masih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun kalender mencatat inflasi sebesar 1,16%, dengan deflasi baru terjadi pada bulan ini sejak Agustus 2023.

“Deflasi Mei 2024 ini merupakan deflasi pertama setelah deflasi terakhir kali terjadi di Agustus 2023,” ungkap Amalia.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan

Deflasi yang terjadi pada Mei 2024 ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks di Indonesia. Penurunan harga di beberapa sektor penting seperti makanan, minuman, tembakau, dan transportasi menunjukkan adanya penyesuaian harga yang signifikan di pasar. Hal ini bisa memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat, meski pemerintah dan para ekonom perlu terus memantau perkembangan ini untuk menghindari potensi masalah ekonomi lainnya.

Dengan harapan stabilitas ekonomi yang terus terjaga, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat dari penurunan harga ini. Sementara itu, pemerintah bersama Badan Pusat Statistik akan terus bekerja untuk memastikan data dan informasi yang akurat guna mendukung pengambilan keputusan yang tepat di sektor ekonomi.

(N//014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Kelancaran Arus Balik Penyeberangan Sumatra-Jawa

Agama

Iran Mengancam Universitas Amerika di Timur Tengah Setelah Serangan AS-Israel ke Teheran

Agama

Puluhan Anggota Geng Motor Mengamuk di Delitua, Rusak Tempat Biliar dan Motor

Agama

Pembatasan Medsos untuk Anak Bawah 16 Tahun, Langkah Awal Lindungi Generasi Emas

Agama

Menkes Dorong Penguatan Kerja Sama Kesehatan dengan Tiongkok: AI dan Penanggulangan TB Jadi Prioritas

Agama

Pembatasan Media Sosial Anak Sesuai Usia, Ini Rekomendasi Psikolog