Badan Anggaran DPR RI Menyoroti Masalah Pengangguran Generasi Z

BITVonline.com - Selasa, 04 Juni 2024 08:10 WIB

JAKARTA -Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti masalah serius yang tengah dihadapi oleh generasi Z di Indonesia, terutama terkait tingginya tingkat pengangguran. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hampir 10 juta generasi Z mengalami situasi yang dikenal dengan NEET (Not in Employment, Education or Training), yang artinya mereka tidak sekolah, tidak bekerja, atau tidak mengikuti pelatihan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Banggar, Said Abdullah, dalam rapat bersama Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Selasa (4/6/2024). Menurut Said, data BPS menunjukkan bahwa dari total 44,4 juta penduduk Indonesia usia 15 sampai 24 tahun pada Agustus 2023, sekitar 22,5% atau sekitar 9,8 juta di antaranya masuk ke dalam kategori NEET.

Porsi pengangguran di Indonesia pada tahun 2022 didominasi oleh lulusan SMA dan SMK, masing-masing sebesar 8,5% dan 9,4%. Said menjelaskan bahwa kelompok lulusan SMP ke bawah cenderung terserap sebagai tenaga kerja kasar di sektor informal dengan upah rendah. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi cenderung masuk ke sektor formal. Namun, lulusan SMA dan SMK sering kali tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan juga kesulitan mendapatkan pekerjaan.

BPS melaporkan bahwa pada tahun 2023, terdapat sekitar 9,9 juta penduduk usia muda (15-24 tahun) yang masuk dalam kategori NEET di Indonesia. Mayoritas dari mereka adalah generasi Z, yang seharusnya berada dalam masa produktif. Generasi Z merupakan mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dengan usia saat ini berkisar antara 12 hingga 27 tahun.

Data menunjukkan bahwa persentase penduduk usia 15-24 tahun yang berstatus NEET mencapai 22,25% dari total penduduk usia 15-24 tahun secara nasional. BPS mendefinisikan NEET sebagai penduduk usia 15-24 tahun yang berada di luar sistem pendidikan, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan. Hal ini menunjukkan adanya potensi tenaga kerja yang tidak termanfaatkan dengan baik.

Beberapa alasan yang membuat anak muda masuk ke dalam kategori NEET antara lain putus asa, disabilitas, kurangnya akses transportasi dan pendidikan, keterbatasan finansial, serta kewajiban rumah tangga. Keterlibatan perempuan muda dalam kegiatan domestik seperti memasak dan membersihkan rumah juga menjadi salah satu faktor yang menghambat mereka untuk melanjutkan sekolah atau mendapatkan keterampilan kerja.

Terkait dengan temuan ini, Banggar DPR RI berkomitmen untuk mencari solusi yang tepat guna mengatasi masalah pengangguran generasi Z di Indonesia, sehingga mereka dapat lebih produktif dan berkontribusi dalam pembangunan negara.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri

Agama

Kemnaker Fokus Penguatan Sistem Hubungan Industrial Tahun 2026 untuk Lindungi Pekerja

Agama

Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan

Agama

Hukuman Mati ABK Sea Dragon Medan Jadi Sorotan, Menteri Natalius Pigai: Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia

Agama

Tangis Ibunda ABK Sea Dragon Medan yang Dituntut Hukuman Mati: Saya Tidak Rela, Tidak Ikhkas!

Agama

BRI Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp1,8 Juta untuk 418 Warga Desa Hutagodang Terdampak Bencana