BOGOR -Desa Citeko, yang terletak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini menghadapi masalah serius terkait pasokan air bersih. Sumber air di desa tersebut mengalami penurunan yang signifikan, menyebabkan ratusan warga terkena dampak langsung.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani, penurunan pasokan air bersih ini disebabkan oleh intensitas hujan yang menurun secara drastis. “Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan sumber mata air warga berkurang, dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya,” ungkap Adam dalam keterangannya pada Sabtu (8/6/2024).
Dampak dari penurunan pasokan air ini sangat terasa di dua kampung di Desa Citeko, yaitu Kampung Citeko dan Citeko Panjang. Adam menjelaskan bahwa BPBD telah melakukan upaya penanganan dini dengan mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak. “Volume 10 ribu liter air bersih, dengan lokasi pengisian 5.000 liter di kantor BPBD dan 5.000 liter air curah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Adam menyebutkan bahwa di Kampung Citeko terdapat 405 jiwa yang terdampak kekurangan air, sementara di Kampung Citeko Panjang jumlahnya mencapai 480 jiwa. Namun, upaya BPBD untuk menyediakan air bersih kepada warga yang terdampak telah dilakukan dengan sukses. “Total terdampak ada 194 keluarga dengan 885 jiwa,” terangnya.
Krisis air yang melanda Desa Citeko menjadi perhatian serius, mengingat air merupakan kebutuhan dasar yang vital bagi kehidupan manusia. Langkah-langkah darurat seperti distribusi air bersih yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bogor merupakan langkah awal yang penting untuk membantu meringankan beban warga. Namun, solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini perlu segera dicari agar krisis air di Desa Citeko dapat diatasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
(N/014)