Minyak Makan Merah Belum Tersedia di Pasar, Meskipun Pabriknya Sudah Diresmikan oleh Presiden Jokowi

BITVonline.com - Rabu, 12 Juni 2024 10:07 WIB

SUMUT -Hingga saat ini, minyak makan merah masih belum tersedia di pasaran, khususnya di Kabupaten Deli Serdang, meskipun lokasi pabriknya berada di sana. Meskipun telah tiga bulan sejak Presiden Jokowi meresmikan pabrik minyak makan merah, produk tersebut masih belum ditemukan di pasaran.

Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik minyak makan merah pada 14 Maret 2024. Pabrik ini terletak di kawasan perkebunan PTPN II Desa Pagar Merbau II, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, dan dikelola oleh Koperasi Pujakesuma.

Direktur perusahaan, Oktrigana Wirian, membenarkan bahwa minyak goreng merah belum dipasarkan saat ini. Menurutnya, mereka masih menunggu penetapan harga produk dari Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, mereka optimis bahwa penetapan harga akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami masih menunggu harga perkemasan dari Kemenkop. Harus ada persetujuan dari Kemenkop karena harga itu Kemenkop penetapannya. Sudah kami surati kira-kira seminggu lalu dan mereka pun sudah konfirmasi kalau nggak besok hari ini keluar (penetapan harga),” ujar Oktrigana pada Rabu, 12 Juni 2024.

Oktrigana juga mengungkapkan bahwa mereka telah memproduksi kemasan 1 liter, namun karena belum ada penetapan harga, mereka belum berani mendistribusikannya ke pasaran. Produksi minyak makan merah juga masih dihentikan sementara.

“Produksi masih dihentikan sementara. Sudah sekitar sebulan (terhenti). Barang sudah tersedia di gudang,” kata Oktrigana.

Minyak makan merah ini sebelumnya diharapkan oleh pemerintah bisa dijual dengan harga yang lebih murah daripada minyak goreng biasa. Presiden Joko Widodo sempat menyinggung hal ini saat meresmikan pabrik, dengan keyakinan bahwa harga minyak makan merah bisa bersaing di pasar karena harganya yang kompetitif.

Terkait dengan perkiraan harga, Oktrigana belum dapat memberikan komentar yang pasti. Namun, ia menyatakan bahwa kemungkinan harga minyak makan merah tersebut akan lebih tinggi.

“Kelebihan minyak makan merah ini adalah bahwa setelah digoreng tujuh kali, warnanya tetap sama, baru setelah yang kedelapan warnanya menjadi kuning. Ini berbeda dengan minyak goreng biasa yang biasanya setelah digoreng dua kali, warnanya menjadi jelantah. Minyak goreng merah ini sudah diuji bolak-balik. Harga belum bisa dipastikan berapa,” ucap Oktrigana.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Timnas Indonesia U-19 Taklukkan Timor Leste 3-0, Bobby Nasution: Ribak Sude!

Agama

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Agama

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Aceh Gelar Turnamen Tenis Kapolda Cup 2026

Agama

Indonesia Bungkam Timor Leste 3-0, Garuda Nusantara Tempel Vietnam di Puncak Grup A

Agama

Said Iqbal Berpeluang Masuk Kabinet Prabowo, Istana: Masih Dalam Pembahasan

Agama

Indonesia Menang Telak 3-0 Atas Timor Leste