KALTIM -Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar dengan rencana pemindahan beberapa kementerian dan perangkat presiden ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, yang akan menjadi salah satu pionir dalam perpindahan ini.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa proses pindah ke IKN akan mengikuti kesiapan kantor di lokasi baru tersebut. “Sesuai kesiapan kantor di tempat,” ungkapnya dengan tegas, memberi penekanan bahwa langkah ini harus diiringi dengan persiapan matang untuk memastikan kelancaran operasional.
Persiapan tidak hanya mencakup infrastruktur fisik, tetapi juga kesiapan personel PNS yang akan dipindahkan ke IKN. Airlangga menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan staf yang akan terlibat dalam proses transisi ini, meskipun tidak merinci jumlahnya secara spesifik.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, juga menyampaikan bahwa Kemenko Perekonomian dan tiga Kemenko lainnya akan menjadi pionir dalam kepindahan ke IKN. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meratakan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia serta mengurangi beban Jakarta sebagai pusat administrasi.
“Pindahnya Kemenko ini juga didampingi oleh para sekretaris dari empat kementerian koordinator,” jelas Susiwijono, menekankan komitmen pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai pusat administrasi yang fungsional dan efisien.
Kepindahan ini juga menandai langkah awal dalam upaya merespons tantangan pembangunan nasional yang semakin mendesak. Dengan memindahkan kementerian ke daerah luar Jawa, pemerintah berharap untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, serta mengoptimalkan potensi ekonomi dan sumber daya alam di Kalimantan Timur.
Namun, ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi dalam proses ini, termasuk penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai, ketersediaan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai bagi pegawai dan keluarganya, serta adaptasi terhadap lingkungan sosial dan budaya setempat.
Pemerintah berharap bahwa dengan langkah ini, Ibu Kota Nusantara tidak hanya menjadi pusat administrasi, tetapi juga pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia. Kesiapan dan sinergi antarinstansi dalam menjalankan fungsi masing-masing di IKN akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi besar ini.
Dengan demikian, Indonesia memasuki babak baru dalam sejarah administrasi pemerintahan, di mana perpindahan ibu kota bukan hanya sekadar pergeseran geografis, tetapi juga momentum transformasi menuju kesetaraan dan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
(N/014)