JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima kunjungan dari Wakil Grand Syekh Al-Azhar, Mohammed Abdel Rahman Ad-Duweiny, di Istana Wakil Presiden hari ini. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Mesir, khususnya dalam konteks pendidikan dan penyebaran nilai-nilai Islam wasatiyah.
Kunjungan Ad-Duweiny ke Indonesia, yang dimulai pukul 14.02 WIB, disambut dengan hangat oleh Ma’ruf Amin. Dalam pertemuan tersebut, Ma’ruf menyampaikan kegembiraannya dapat bertemu kembali dengan Ad-Duweiny setelah pertemuan sebelumnya di Surabaya. Dia juga mengapresiasi peran Al-Azhar dalam menerima dan mendidik ribuan mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar.
“Terutama sekali peran Al-Azhar karena banyak mahasiswa kita di sana, diperkirakan itu mahasiswa kita ada sekitar 14 ribu, ya. Sekitar 14 ribu ya,” ungkap Ma’ruf Amin.
Pertemuan ini juga memungkinkan Ma’ruf Amin untuk membagikan pengalaman dari kunjungannya ke Abu Dhabi, di mana dia dan Ad-Duweiny secara intens berdiskusi mengenai penyebaran Islam wasatiyah dan potensi kerja sama antar universitas.
“Kita banyak berdiskusi tentang penyebaran Islam wasatiyah dan potensi kerja sama antar universitas. Dan saya berterima kasih diberi penghargaan dari Al-Azhar yang ditandatangani Grand Syeikh tentang penyebaran Islam wasatiyah di Indonesia,” jelas Ma’ruf Amin.
Pertemuan ini tidak hanya memperkuat kerjasama bilateral dalam bidang pendidikan, tetapi juga mengukuhkan komitmen kedua negara dalam menjaga dan mengembangkan pemahaman Islam yang moderat dan inklusif di tengah-tengah masyarakat global.
Tentang Al-Azhar dan Indonesia
Al-Azhar, sebagai pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia, telah lama menjadi pilihan utama bagi ribuan mahasiswa Indonesia yang ingin menimba ilmu di bidang agama dan humaniora. Kerjasama yang erat antara Al-Azhar dan Indonesia tidak hanya mencakup aspek akademis, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya dan hubungan antarumat beragama.
Ma’ruf Amin dan Ad-Duweiny berharap kunjungan ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi kedua negara, khususnya dalam mendorong pemahaman yang lebih baik tentang Islam moderat dan harmoni antarumat beragama.
Kendati demikian, pertemuan ini juga menjadi momen refleksi atas tantangan dan potensi kerja sama yang dapat dieksplorasi lebih lanjut dalam upaya memperkuat ikatan bilateral di masa mendatang.
Penutup
Pertemuan antara Ma’ruf Amin dan Ad-Duweiny bukan hanya sekadar pertukaran formalitas, melainkan refleksi dari komitmen kedua negara untuk memperdalam pemahaman dan kerjasama dalam nilai-nilai Islam moderat. Dengan kunjungan ini, diharapkan hubungan Indonesia-Mesir semakin kokoh dan berkelanjutan di berbagai bidang, terutama dalam pendidikan dan penyebaran nilai-nilai keislaman yang damai.