Industri Rumput Laut Mangkrak, Kemenperin Bergerak dengan Program Restrukturisasi

BITVonline.com - Selasa, 25 Juni 2024 10:57 WIB

BITVONLINE.COM -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menghadapi tantangan serius terkait industri pengolahan rumput laut yang banyak mangkrak di berbagai daerah. Sejumlah pabrik diharapkan dapat kembali beroperasi melalui upaya restrukturisasi yang sedang dilakukan pemerintah, sejalan dengan permintaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menghidupkan kembali sektor ini.

Direktur Jenderal Agroindustri Kemenperin, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa upaya restrukturisasi ini bertujuan untuk melanjutkan rencana hilirisasi rumput laut yang menjadi prioritas dalam instruksi Presiden Joko Widodo. Program ini telah dimasukkan ke dalam regulasi Kemenperin dan sedang dalam tahap finalisasi untuk segera diimplementasikan.

Menurut Putu, program restrukturisasi akan menyediakan insentif dan dukungan teknis seperti penggantian mesin-mesin produksi yang sudah usang. Meskipun regulasi masih dalam tahap penyempurnaan, Kemenperin telah aktif melakukan sosialisasi dan berinteraksi dengan para pelaku industri di lapangan untuk memastikan keberhasilan program ini.

Wakil Ketua Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (Astruli), Pontas Tambunan, menambahkan bahwa dari 55 pabrik pengolahan rumput laut yang ada, sekitar 10 di antaranya masih mangkrak hingga tahun 2023. Hal ini menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi bersama untuk revitalisasi sektor rumput laut.

Pada kesempatan terpisah, Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevry Hanteru Sitorus, menyoroti anjloknya harga rumput laut hingga mencapai Rp6.000 per kg. Situasi ini dianggap mempengaruhi ekonomi masyarakat yang mengandalkan budi daya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama. Deddy menekankan pentingnya intervensi pemerintah untuk mengatasi dampak negatif ini, terutama dalam konteks rencana hilirisasi dan pembatasan ekspor rumput laut.

Pemerintah diharapkan segera menindaklanjuti masukan ini untuk menjaga keberlangsungan industri rumput laut yang memiliki kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional, seperti yang diungkapkan dalam penelitian Griffith University yang menunjukkan kontribusi sektor ini mencapai US$1,89 miliar per tahun.

Dengan langkah-langkah konkret yang diambil oleh Kemenperin dan dukungan dari berbagai pihak terkait, diharapkan industri rumput laut bisa kembali berjalan dengan optimal, memberikan manfaat yang maksimal bagi ekonomi masyarakat dan negara secara keseluruhan. Langkah-langkah selanjutnya akan sangat menentukan dalam mengatasi tantangan yang dihadapi dan merestorasi industri ini ke jalur yang berkelanjutan dan produktif.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

Kasus Penyelundupan Sabu 1,9 Ton, Juru Mudi Kapal Sea Dragon Divonis 15 Tahun

Agama

Kapten Kapal Sea Dragon Tarawa Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Kasus Narkotika 1,9 Ton

Agama

Ustad Dr. H. Ilyas Ingatkan Jamaah Perbanyak Zikir di Bulan Ramadan

Agama

Purbaya Yudhi Sadewa: Program MBG Prioritas, Belanja Tidak Produktif Akan Dicoret

Agama

Presiden Prabowo Meresmikan 218 Jembatan di Wilayah Terdampak Bencana dan Terpencil

Agama

Awal Syawal 1447 H Ditentukan 19 Maret, Kemenag Libatkan Pakar Hisab dan Rukyat