jakarta -Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzani, dengan tegas mengungkapkan komitmen Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk mewujudkan janji-janji kampanye mereka dalam Pilpres 2024. Salah satu fokus utama adalah memperkuat pertahanan Indonesia tidak hanya dari segi militer, tetapi juga ketahanan pangan.
Dalam Seminar Nasional bertajuk “Strategi Mewujudkan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Muzani menegaskan bahwa salah satu janji kampanye yang akan diwujudkan adalah swasembada pangan yang meliputi ketersediaan makanan bergizi. “Swasembada pangan bukan hanya sekadar impian, tetapi sebuah komitmen sungguh-sungguh untuk menyediakan pangan yang cukup dan bergizi bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Gairah masyarakat dalam mendukung visi ini, menurut Muzani, sudah mulai terlihat dengan banyaknya orang yang berpindah profesi menjadi peternak susu, petani sayur, dan bahkan menjadi supplier kebutuhan pangan. Hal ini menunjukkan bahwa aspirasi untuk meningkatkan ketahanan pangan sudah mendarah daging di masyarakat.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Budi Djiwandono, juga menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan prioritas utama bagi Prabowo-Gibran. “Program ini tidak hanya menjadi prioritas saat ini, tetapi juga akan menjadi fokus utama bagi presiden dan wakil presiden terpilih pada tahun 2024,” tegas Budi. Dia menambahkan bahwa kondisi global saat ini yang menghadapi krisis pangan akibat geopolitik dan perubahan iklim menuntut Indonesia untuk bergerak lebih proaktif dalam mencapai swasembada pangan.
Indonesia, lanjut Budi, memiliki ambisi besar untuk menjadi salah satu negara lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Dengan pengalaman dan kinerja yang telah terbukti dalam sektor pertanian selama lima dasawarsa terakhir, Indonesia diyakini mampu menghadapi tantangan dan meraih tujuan tersebut.
Namun demikian, realisasi swasembada pangan tidaklah mudah. Tantangan seperti peningkatan produktivitas pertanian, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta integrasi teknologi dalam sektor pertanian menjadi hal yang krusial untuk diperhatikan. Diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengimplementasikan kebijakan yang mendukung visi besar ini.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan yang terus-menerus dari berbagai pihak, harapan untuk mencapai swasembada pangan serta menjadi lumbung pangan dunia pada 2045 bukanlah sekadar impian. Hal ini merupakan tantangan bersama yang perlu dihadapi dengan kolaborasi dan kerja keras demi kesejahteraan bangsa dan negara.
(n/014)