MEDAN – Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto secara terbuka mengungkapkan skandal yang melibatkan 17 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam aktivitas judi online. Pengakuan ini mengemuka dalam acara di Regale Convention Hall, Kota Medan, hari Selasa kemarin.
Dalam keterangannya, Hadi menjelaskan bahwa dari laporan yang diterima, 17 pegawai KPK tersebut terlibat dalam permainan judi online dengan nilai taruhan bervariasi. “Rata-rata pegawai hanya mencoba-coba sekali atau tiga kali, dengan nilai taruhan mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hadi menegaskan bahwa semua pegawai yang terlibat dalam aktivitas tersebut telah tidak lagi bekerja di KPK. Mereka sebagian besar merupakan mantan sopir dan tenaga urusan dalam. “Mereka sudah tidak di situ,” tegas Hadi.
Kepada awak media, Hadi mengungkapkan bahwa ia telah bertemu dengan Ketua KPK, Nawawi Pomolango, untuk membahas tindak lanjut terkait masalah ini. “Ketua KPK berkomitmen untuk memberlakukan sanksi disiplin apabila memang terbukti bahwa pegawai KPK terlibat dalam aktivitas judi online tersebut,” katanya.
Skandal ini mengundang perhatian publik terhadap integritas lembaga antikorupsi tersebut. Meskipun para pegawai yang terlibat sudah tidak lagi bekerja di KPK, masalah ini menjadi sorotan serius terkait dengan moralitas dan disiplin internal di dalam lembaga yang memiliki tugas krusial dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sementara itu, pihak KPK sendiri belum memberikan komentar resmi terkait dengan masalah ini. Publik menanti perkembangan lebih lanjut terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk menegakkan aturan dan integritas di lingkungan KPK.
Artikel ini memberikan gambaran tentang bagaimana skandal judi online menimpa KPK, menyoroti tanggapan pemerintah dan ekspektasi publik terhadap tindak lanjut yang akan diambil terkait dengan pelanggaran etika di lembaga pemberantas korupsi terkemuka di Indonesia.
(N/014)