MEDAN -Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Wali Kota Medan Bobby Nasution terlihat marah besar terhadap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Medan, Iswar Lubis, karena persoalan kemacetan yang disebabkan oleh angkutan umum di Jalan Jamin Ginting. Kemacetan yang semakin parah di sekitar Simpang Pos ini memicu ketegangan, dengan Bobby bahkan mengancam akan mencopot Iswar dari jabatannya jika masalah tersebut tidak segera diatasi.
Kemacetan dan Ancaman Pencopotan
Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadi Bobby Nasution, terlihat bagaimana Bobby dengan nada marah menegur Iswar Lubis di hadapan publik. Bobby menyoroti ketidakmampuan Iswar dalam menangani masalah kemacetan yang disebabkan oleh angkutan umum yang sering ngetem di sekitar Simpang Pos, yang merupakan daerah penting untuk transportasi menuju Kabupaten Karo.
“Bapak tugasnya ngapain? Ini sudah diperingatkan, dari provinsi juga, dari Polda sudah, Bapak nampak selo aja. Berarti omongan-omongan kami sampah semua buat Bapak,” kata BOBY dalam video tersebut. Kemacetan ini telah menjadi masalah yang berkepanjangan, meski sudah beberapa kali diperingatkan oleh Pemprov Sumut dan Polda Sumut.
Tindakan Bobby dan Pilihan bagi Iswar
Bobby Nasution mengungkapkan ketidakpuasannya dengan tindakan Kadishub Medan yang dinilai lamban dalam menangani permasalahan. Ia memberikan dua pilihan kepada Iswar: menutup loket bus di lokasi tersebut atau dipecat dari jabatannya. Pilihan ini diambil setelah tiga kali peringatan tidak membuahkan hasil.
“Saya kasih dua pilihan, ini kita tutup Bapak tetap jadi kadis atau Bapak saya copot saya suruh orang lain pikirkan solusinya tapi ini (loket) tetap hidup, ini tutup aja katanya (Iswar),” jelas Bobby. Keputusan untuk menutup loket bus di lokasi tersebut bisa berdampak pada transportasi warga yang menggunakan angkutan umum ke Karo dan sekitarnya.
Solusi yang Diberikan dan Kekecewaan Bobby
Iswar Lubis mengusulkan untuk memindahkan loket bus ke terminal di Pinang Baris sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan. Namun, Bobby menilai ini bukanlah solusi yang efektif. Ia meminta agar rute angkutan umum diubah agar tidak lagi menimbulkan kemacetan di Simpang Pos.
“Itu bukan solusi, itu sudah aturannya seperti itu,” ujar Bobby sambil mengetok meja. Bobby menekankan perlunya ide-ide baru untuk menyelesaikan masalah ini dan memperbaiki situasi yang sudah berlangsung lama. Ia meminta agar perubahan rute angkutan umum dilakukan segera.
Tindak Lanjut dan Tenggat Waktu
Bobby memberikan tenggat waktu dua hari kepada Iswar untuk menyelesaikan permasalahan kemacetan dengan perubahan rute angkutan umum. Jika dalam waktu tersebut tidak ada perbaikan, Bobby menegaskan akan mempertimbangkan pencopotan Iswar dari jabatannya sebagai Kadishub Medan.
“Saya tunggu 2 hari ya Pak tidak ada lagi kayak gini, kasih tahu itu semua Pak, dari ujung sana itu mulai depan Citra Garden itu, udahlah sempit jalannya Pak, mengecil, minta tolong ya Pak,” tutup Bobby dalam video tersebut.
Respons dan Implikasi
Kemarahan Bobby Nasution dan ancamannya terhadap Kadishub Medan menyoroti ketegangan dalam menangani masalah transportasi dan kemacetan di Medan. Pihak-pihak terkait, termasuk Pemprov Sumut dan Polda Sumut, perlu berkolaborasi untuk mencari solusi jangka panjang agar kemacetan yang merugikan masyarakat dapat diatasi dengan efektif.
Pergeseran fokus dari penyelesaian masalah jangka pendek ke solusi yang berkelanjutan akan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di kota Medan. Pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kebijakan dan tindakan nyata dalam mengatasi permasalahan kemacetan harus menjadi prioritas utama.
(N/014)