Mitos Santet Menghantui Pegawai Negeri Sipil di IKN?

Redaksi - Senin, 05 Agustus 2024 03:53 WIB

IKN  –Santet, sebuah kepercayaan yang kerap menghiasi narasi mistis di Indonesia, kembali menjadi perbincangan hangat di tengah rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan dipindahkan ke sana dihadapkan pada ketakutan akan santet, sebuah fenomena yang bagi sebagian masih sangat nyata.

Dalam sebuah diskusi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Otorita IKN, seorang pejabat fungsional dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membagikan pengalaman yang menggetarkan. Suaminya, yang pernah dipindahkan ke Pontianak, Kalimantan Barat, dikabarkan menjadi korban santet yang menyeramkan.

Alimuddin, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, dengan tegas berusaha meredakan kekhawatiran yang tak berdasar. “Santet, percaya atau tidak, saya juga pernah mengalami. Tapi santet bukan hanya terjadi di Kalimantan, tetapi bisa ditemukan di banyak tempat lainnya,” ungkapnya dengan nada menenangkan.

Pada acara ASN Fest 2024 di Jakarta, Alimuddin menjelaskan bahwa walaupun ada cerita mistis di masa lalu Kalimantan, seperti tradisi ngayau atau berburu kepala, namun hal tersebut sudah lama berakhir. “Tradisi ngayau sudah terbukti dituntaskan melalui Perjanjian Tumbang Anoi pada 1894,” tegasnya.

“Saya paham bahwa mindset masyarakat tentang Kalimantan masih terpengaruh oleh cerita-cerita masa lalu. Namun, sekarang sudah saatnya untuk mengubah pandangan kita. Kalimantan bukan lagi seperti yang kita bayangkan dulu,” papar Alimuddin.

Meskipun demikian, Otorita IKN telah memastikan kesiapan infrastruktur untuk menyambut PNS yang akan dipindahkan ke IKN. Ada 27 tower rumah susun yang telah rampung, disiapkan untuk menyediakan tempat tinggal bagi ASN dan keluarganya. Meskipun untuk PNS lajang, mereka mungkin harus berbagi kamar.

“PNS yang akan pindah sudah kami data semuanya. Kami mengerti kebutuhan mereka, seperti usia anak-anak untuk pendidikan di sekolah-sekolah di sekitar IKN,” jelas Alimuddin mengenai persiapan yang dilakukan.

Pembangunan IKN sendiri berlangsung dalam lima tahap, dengan tahap pertama yang diperkirakan berlangsung hingga 2024, fokus pada penyediaan infrastruktur dasar. “Kami optimistis bahwa IKN akan menjadi pusat administrasi yang lebih baik dibandingkan Jakarta di masa depan,” tambahnya dengan keyakinan.

Dalam konteks yang lebih luas, polemik seputar santet dan mitos-mitos lokal sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerintah untuk mempromosikan dan mengintegrasikan daerah-daerah baru seperti Kalimantan Timur. Meskipun tantangan tersebut nyata, namun dengan pendekatan yang tepat, diharapkan segala ketakutan dan ketidakpastian dapat diminimalisir, sambil membangun masa depan yang lebih baik bagi semua pihak yang terlibat.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Agama

BGN Pastikan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan 391 Siswa Terdampak MBG di Karo

Agama

Disebut Bikin Buku 'Islam ala Prabowo', Yusril Tegaskan Cuma Diwawancarai: Jangan Cuma Debat Judul

Agama

Pangdam IM Tegas Pasang Badan Dukung Polda Aceh: Tak Ada Ruang Buat Bandar Narkoba

Agama

Dilarutkan Air Panas & Digilas 'Baby Roller'! Puluhan Ribu Ekstasi dan Vape Narkoba di Aceh Dimusnahkan

Agama

Jarak Pandang Anjlok ke 500 Meter, 14 Kabupaten di Sumut Terancam Asap, Bobby Siap Berlakukan PJJ Lagi

Agama

Siswa Karo Hilang Ingatan Imbas MBG, Bobby Nasution Ogah Stop Program: Kuncinya Perbaikan