ACEH TENGAH — Sebanyak 184 desa di Aceh Tengah kini telah kembali menikmati aliran listrik setelah sebelumnya terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda akhir November 2025.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan pemulihan listrik menjadi prioritas untuk mendukung aktivitas masyarakat di masa pascabencana.
"Kami memahami tingginya urgensi listrik bagi masyarakat Takengon. Bersama Pemda, TNI, Polri, dan masyarakat, kami terus berkoordinasi untuk membuka akses jalan demi mobilisasi material yang masih terbatas," kata Darmawan, Sabtu (27/12/2025).
Baca Juga: Dinkes Aceh Timur: 41 Fasilitas Kesehatan Rusak Akibat Banjir November 2025 Selain menormalkan gardu distribusi, PLN juga mengirimkan genset darurat ke RSUD Takengon melalui jalur udara untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan meski akses darat sempat terputus total.
Meski sebagian besar wilayah sudah menyala, 139 gardu distribusi tambahan masih dalam proses pemulihan.
General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan, "Petugas kami menyesuaikan kondisi infrastruktur dan medan, tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan pasokan listrik."
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menelan 1.137 korban jiwa hingga Jumat (26/12/2025).
BNPB mencatat rincian korban meninggal: Aceh 504 orang, Sumatera Utara 371 orang, dan Sumatera Barat 262 orang.
Jumlah pengungsi tercatat 457.255 orang, mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.
Upaya pemulihan infrastruktur listrik di Aceh Tengah menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung masyarakat kembali pulih pascagempa dan bencana alam.*
(k/dh)