DENPASAR – Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, meresmikan Program Kredit Industri Padat Karya (KIPK) dalam acara launching dan sosialisasi yang berlangsung di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar pada Rabu (4/9).
Dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan apresiasi atas hadirnya program ini sebagai bentuk dukungan konkret dari pemerintah pusat terhadap pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali.
"Program ini akan sangat membantu masyarakat Bali, khususnya pelaku usaha IKM dan UMKM yang menjadi penopang ekonomi daerah saat pandemi," ujar Koster.
Transformasi Ekonomi Bali
Koster menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 menjadi momentum penting yang menyadarkan Bali untuk tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata. Saat itu, IKM dan UMKM terbukti mampu bertahan dan menyerap tenaga kerja secara masif hingga ke tingkat desa.
Sebagai respons, Gubernur mendorong transformasi ekonomi Bali melalui enam sektor unggulan:
Pertanian organik
Kelautan dan perikanan
Industri manufaktur berbasis budaya dan branding Bali
IKM, UMKM, dan koperasi
Ekonomi kreatif dan digital
Pariwisata berbasis budaya